26.9 C
Probolinggo
Sunday, September 25, 2022

Vaksinasi PMK di Kab Pasuruan Sudah 71.297 Ekor Sapi

PASURUAN, Radar Bromo – Kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) belum benar-benar hilang dari Kabupaten Pasuruan. Masih ada 500 lebih hewan ternak yang terjangkit wabah tersebut.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan Diana Lukita Rahayu mengatakan, sebulan terakhir, kasus PMK di daerahnya melandai. Ada banyak faktor. Salah satunya, para pemilik ternak sudah memahami bagaimana penerapan bio security. Yakni, memperlakukan ternak-ternaknya agar terhindar dari PMK.

“Kami bersyukur karena kesadaran para pemilik ternak sangat bagus dan semakin meningkat. Cara memperlakukan ternak agar terhindar dari PMK sudah betul,” katanya.

Selain penerapan bio security yang tepat, para peternak juga aktif mengikuti vaksinasi untuk ternaknya. Vaksinasi ini terus digencarkan ke semua wilayah atau 24 kecamatan. ”Terutama di daerah dengan sebaran populasi sapi,” ujar Diana.

Hingga kini, setidaknya sudah 71.297 ekor sapi yang telah divaksin. Jumlah tersebut masih 30 persen dari total populasi sapi daging dan sapi perah di Kabupaten Pasuruan. Dia mengakui angka tersebut masih rendah. Dia berharap peternak membiarkan sapi, kambing, kerbau, atau ternak untuk divaksin. Tujuannya, tentu untuk kekebalan tubuh dan tahan ternak.

“Mohon ternaknya dibiarkan divaksin karena memang tidak berefek negatif. Sebaliknya, vaksinasi justru melindungi ternak dari PMK,” harapnya. (sid/far)

PASURUAN, Radar Bromo – Kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) belum benar-benar hilang dari Kabupaten Pasuruan. Masih ada 500 lebih hewan ternak yang terjangkit wabah tersebut.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan Diana Lukita Rahayu mengatakan, sebulan terakhir, kasus PMK di daerahnya melandai. Ada banyak faktor. Salah satunya, para pemilik ternak sudah memahami bagaimana penerapan bio security. Yakni, memperlakukan ternak-ternaknya agar terhindar dari PMK.

“Kami bersyukur karena kesadaran para pemilik ternak sangat bagus dan semakin meningkat. Cara memperlakukan ternak agar terhindar dari PMK sudah betul,” katanya.

Selain penerapan bio security yang tepat, para peternak juga aktif mengikuti vaksinasi untuk ternaknya. Vaksinasi ini terus digencarkan ke semua wilayah atau 24 kecamatan. ”Terutama di daerah dengan sebaran populasi sapi,” ujar Diana.

Hingga kini, setidaknya sudah 71.297 ekor sapi yang telah divaksin. Jumlah tersebut masih 30 persen dari total populasi sapi daging dan sapi perah di Kabupaten Pasuruan. Dia mengakui angka tersebut masih rendah. Dia berharap peternak membiarkan sapi, kambing, kerbau, atau ternak untuk divaksin. Tujuannya, tentu untuk kekebalan tubuh dan tahan ternak.

“Mohon ternaknya dibiarkan divaksin karena memang tidak berefek negatif. Sebaliknya, vaksinasi justru melindungi ternak dari PMK,” harapnya. (sid/far)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/