28.7 C
Probolinggo
Monday, February 6, 2023

Tak Sesuai IMB, Satpol PP Kota Pasuruan Hentikan Pembangunan Rumah Ibadah

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Gara-gara dimanfaatkan tak sesuai izinnya, rumah pribadi milik Trivena diprotes warga. Satpol PP Kota Pasuruan lantas memberikan peringatan pertama pada pemilik rumah di RT 2/RW 3, Kelurahan Pekuncen, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, itu.

Lurah Pekuncen Dina Catur Putriani menjelaskan, rumah Trivena sebenarnya merupakan rumah pribadi. Rumah itu memiliki halaman belakang yang luas.

Lantas halaman belakang oleh pemilik rumah dijadikan tempat untuk ibadah. Aktivitas ibadah itu dilakukan setiap Jumat dan Minggu. Bahkan, rencananya pemilik rumah akan membangun gedung baru di halaman belakang itu sebagai tempat ibadah.

“Warga sekitar yang merasa terganggu lantas melapor pada kami. Kami pun memberikan teguran agar menghentikan rencana pembangunan sebelum ada izinnya,” katanya.

Baca Juga:  Puluhan IKM di Kota Pasuruan Ajukan Sertifikasi

Setelah ditegur, pemilik rumah memang tidak jadi membangun unit baru di halaman belakang rumahnya. Namun, yang terjadi kemudian pemilik rumah merenovasi rumah pribadinya menjadi tempat ibadah. Lantas aktivitas ibadah dipindah dari halaman belakang ke dalam rumah.

Warga setempat pun kembali melapor ke kelurahan. Karena itu, pihaknya memberikan teguran kedua seminggu lalu. Isinya, menghentikan renovasi atau pembangunan rumah itu. Sebab, peruntukannya adalah ruman pribadi.

Teguran itu pun rupanya tidak dihiraukan. Terbukti, pemilik rumah tiba-tiba memiliki surat izin dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jawa Timur. Namun, belum mengurus ke pihak kelurahan dan Kota Pasuruan.

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Gara-gara dimanfaatkan tak sesuai izinnya, rumah pribadi milik Trivena diprotes warga. Satpol PP Kota Pasuruan lantas memberikan peringatan pertama pada pemilik rumah di RT 2/RW 3, Kelurahan Pekuncen, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, itu.

Lurah Pekuncen Dina Catur Putriani menjelaskan, rumah Trivena sebenarnya merupakan rumah pribadi. Rumah itu memiliki halaman belakang yang luas.

Lantas halaman belakang oleh pemilik rumah dijadikan tempat untuk ibadah. Aktivitas ibadah itu dilakukan setiap Jumat dan Minggu. Bahkan, rencananya pemilik rumah akan membangun gedung baru di halaman belakang itu sebagai tempat ibadah.

“Warga sekitar yang merasa terganggu lantas melapor pada kami. Kami pun memberikan teguran agar menghentikan rencana pembangunan sebelum ada izinnya,” katanya.

Baca Juga:  Dewan Minta Pemkot Pasuruan Jangan Terlena dengan WTP

Setelah ditegur, pemilik rumah memang tidak jadi membangun unit baru di halaman belakang rumahnya. Namun, yang terjadi kemudian pemilik rumah merenovasi rumah pribadinya menjadi tempat ibadah. Lantas aktivitas ibadah dipindah dari halaman belakang ke dalam rumah.

Warga setempat pun kembali melapor ke kelurahan. Karena itu, pihaknya memberikan teguran kedua seminggu lalu. Isinya, menghentikan renovasi atau pembangunan rumah itu. Sebab, peruntukannya adalah ruman pribadi.

Teguran itu pun rupanya tidak dihiraukan. Terbukti, pemilik rumah tiba-tiba memiliki surat izin dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jawa Timur. Namun, belum mengurus ke pihak kelurahan dan Kota Pasuruan.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru