24.4 C
Probolinggo
Sunday, November 27, 2022

Dugaan Sindikat Perdagangan Manusia di Gempol Digerebek, Sebulan Beroperasi

PASURUAN, Radar Bromo – Polda Jatim membongkar dugaan sindikat perdagangan manusia di Kabupaten Pasuruan. Sindikat ini menyekap korbannya di sebuah warung kopi di kompleks ruko Kecamatan Gempol. Karena itu, Polda pun menggerebek tempat ini.

Penggerebekan sendiri dilakukan tim Polda Jatim, Senin (14/11) lalu. Dan sejak saat itu, ruko dua lantai tersebut tutup. Gedungnya pun dikelilingi garis polisi.

Handoko, kepala sekuriti di kompleks ruko itu mengatakan, penutupan dilakukan sesaat setelah polisi menggerebek ruko tersebut. Selama ini, ruko itu dijadikan warung kopi WP GON. Di sana, para perempuan dipaksa menjadi pramusaji.

Warung itu sendiri sebenarnya belum lama beroperasi. Baru sekitar sebulan sebelum digerebek polisi. Penyewanya merupakan suami istri asal Kecamatan Prigen.

Namun, ada orang lain yang dipercaya untuk mengelola warung kopi tersebut. Selama minggu pertama dibuka, Handoko menyebut warung kopi itu tidak jauh beda dengan warung kopi umumnya. Namun semakin lama, pramusaji yang bekerja di sana berganti-ganti orang.

Kondisi itu yang kemudian membuatnya sedikit menaruh curiga. Apalagi, setiap pramusaji yang dipekerjakan di kompleks tersebut sebenarnya wajib didata. Selanjutnya bila ada yang masih di bawah umur, ia biasanya langsung meminta pengelola memulangkan yang bersangkutan.

PASURUAN, Radar Bromo – Polda Jatim membongkar dugaan sindikat perdagangan manusia di Kabupaten Pasuruan. Sindikat ini menyekap korbannya di sebuah warung kopi di kompleks ruko Kecamatan Gempol. Karena itu, Polda pun menggerebek tempat ini.

Penggerebekan sendiri dilakukan tim Polda Jatim, Senin (14/11) lalu. Dan sejak saat itu, ruko dua lantai tersebut tutup. Gedungnya pun dikelilingi garis polisi.

Handoko, kepala sekuriti di kompleks ruko itu mengatakan, penutupan dilakukan sesaat setelah polisi menggerebek ruko tersebut. Selama ini, ruko itu dijadikan warung kopi WP GON. Di sana, para perempuan dipaksa menjadi pramusaji.

Warung itu sendiri sebenarnya belum lama beroperasi. Baru sekitar sebulan sebelum digerebek polisi. Penyewanya merupakan suami istri asal Kecamatan Prigen.

Namun, ada orang lain yang dipercaya untuk mengelola warung kopi tersebut. Selama minggu pertama dibuka, Handoko menyebut warung kopi itu tidak jauh beda dengan warung kopi umumnya. Namun semakin lama, pramusaji yang bekerja di sana berganti-ganti orang.

Kondisi itu yang kemudian membuatnya sedikit menaruh curiga. Apalagi, setiap pramusaji yang dipekerjakan di kompleks tersebut sebenarnya wajib didata. Selanjutnya bila ada yang masih di bawah umur, ia biasanya langsung meminta pengelola memulangkan yang bersangkutan.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/