26.9 C
Probolinggo
Sunday, September 25, 2022

Maling Dimassa usai Tepergok Curi Motor, Diduga Pernah Mencuri di TKP Lain

PASURUAN, Radar Bromo – Massa begitu marah. Begitu mendengar teriakan maling dan melihat remaja berinisial Nur hendak kabur, mereka ramai-ramai menangkap pemuda 17 tahun tersebut. Pukulan, tendangan, injakan menghajar tubuh warga Desa Pasrepan itu. Bertubi-tubi badan Nur dihantam. Dia menggelepar.

Aksi brutal massa itu berawal dari jeritan seorang pemilik motor bernama Indahsari. Dia histeris. Wanita 28 tahun tersebut memergoki pelaku sedang mencuri sepeda motor Jupiter MX miliknya yang diparkir dekat minimarket di Jalan Raya Ranggeh.

Saat itu, situasi ramai. Banyak orang lalu lalang di jalanan. Juga minimarket, pasar, dan puskesmas. Namun, Nur memang nekat. Dia tetap beraksi meski dengan risiko tinggi. Perlahan, mengendap-endap, Nur merusak kunci motor. Aksinya berhasil. Lantas, dia menuntun motor Yamaha itu menjauh dari minimarket.

Saat itulah, Indahsari memergokinya. Tentu, dia tak berani mengejar sendiri. Sebab, selama ini, pelaku curanmor biasanya membawa senjata tajam atau bondet. Indahsari pun berteriak kencang-kencang.

”Maling…Maling….”

Tangannya menunjuk Nur yang mulai panik. Benar saja. Tanpa dikomando, warga memburu pelaku. Nur belum jauh dari lokasi pencurian. Baru sampai di sekitar Desa Karangsentul. Massa kalap.

Beberapa pemuda tampak maju duluan. Wajah Nur dibogem. Rambutnya dijambak. Tubuh kurus remaja sarungan itu terhuyung-huyung. Pukulan dan tendangan pun bertubi-tubi menimpanya. Nur pun tumbang. Tapi, massa belum puas.

Dalam posisi pelaku sudah roboh, masih ada yang menendang wajahnya. Menginjak punggungnya. Remaja berkaus hitam dan sarung merah itu benar-benar tidak berdaya. ”Pelaku sampai pingsan,” kata Zikin, seorang saksi mata di lokasi.

PASURUAN, Radar Bromo – Massa begitu marah. Begitu mendengar teriakan maling dan melihat remaja berinisial Nur hendak kabur, mereka ramai-ramai menangkap pemuda 17 tahun tersebut. Pukulan, tendangan, injakan menghajar tubuh warga Desa Pasrepan itu. Bertubi-tubi badan Nur dihantam. Dia menggelepar.

Aksi brutal massa itu berawal dari jeritan seorang pemilik motor bernama Indahsari. Dia histeris. Wanita 28 tahun tersebut memergoki pelaku sedang mencuri sepeda motor Jupiter MX miliknya yang diparkir dekat minimarket di Jalan Raya Ranggeh.

Saat itu, situasi ramai. Banyak orang lalu lalang di jalanan. Juga minimarket, pasar, dan puskesmas. Namun, Nur memang nekat. Dia tetap beraksi meski dengan risiko tinggi. Perlahan, mengendap-endap, Nur merusak kunci motor. Aksinya berhasil. Lantas, dia menuntun motor Yamaha itu menjauh dari minimarket.

Saat itulah, Indahsari memergokinya. Tentu, dia tak berani mengejar sendiri. Sebab, selama ini, pelaku curanmor biasanya membawa senjata tajam atau bondet. Indahsari pun berteriak kencang-kencang.

”Maling…Maling….”

Tangannya menunjuk Nur yang mulai panik. Benar saja. Tanpa dikomando, warga memburu pelaku. Nur belum jauh dari lokasi pencurian. Baru sampai di sekitar Desa Karangsentul. Massa kalap.

Beberapa pemuda tampak maju duluan. Wajah Nur dibogem. Rambutnya dijambak. Tubuh kurus remaja sarungan itu terhuyung-huyung. Pukulan dan tendangan pun bertubi-tubi menimpanya. Nur pun tumbang. Tapi, massa belum puas.

Dalam posisi pelaku sudah roboh, masih ada yang menendang wajahnya. Menginjak punggungnya. Remaja berkaus hitam dan sarung merah itu benar-benar tidak berdaya. ”Pelaku sampai pingsan,” kata Zikin, seorang saksi mata di lokasi.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/