25.6 C
Probolinggo
Tuesday, October 4, 2022

Mulai Waspada Luapan Sungai meski Masih Musim Kemarau

PASURUAN, Radar Bromo – Meski masih berada pada puncak kemarau, hujan dengan intensitas tinggi sudah melanda wilayah Pasuruan dalam dua hari terakhir. Kondisi itu membuat petugas BPBD Kota Pasuruan untuk selalu waspada. Mengingat potensi meluapnya aliran sungai di wilayah kota yang biasanya terjadi saat hujan mulai melanda kawasan hulu.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Pasuruan Samsul Hadi mengatakan, pihaknya selalu mewaspadai setiap kejadian kebencanaan. Termasuk banjir yang diakibatkan luapan air sungai. Meski dalam waktu seperti sekarang, potensinya masih tidak begitu tinggi. Mengingat intensitas hujan juga masih rendah.

”Yang jelas anggota kami stand by selama 24 jam secara bergantian. Bukan hanya untuk satu jenis bencana saja tetapi keseluruhan,” kata Samsul.

Dia mengatakan, pihaknya juga akan lebih banyak melibatkan masyarakat dalam melakukan penanganan kedaruratan saat bencana terjadi. Terlebih saat ini sudah lebih dari separo kelurahan di kota ditetapkan sebagai kelurahan tangguh bencana.

”Jadi diharapkan masyarakat sudah memiliki bekal dalam penanganan kedaruratan. Terutama yang berada di wilayah kelurahan dengan kerawanan lebih tinggi terhadap bencana,” jelasnya.

Samsul mengatakan, dari 34 kelurahan yang ada sekarang sudah ada 16 kelurahan tangguh bencana. Dan belum lama ini, ada empat kelurahan yang mendapat giliran pelatihan penanganan kedaruratan. Antara lain relawan di Kelurahan Karangketug, Kepel, Pekuncen dan Petamanan.

PASURUAN, Radar Bromo – Meski masih berada pada puncak kemarau, hujan dengan intensitas tinggi sudah melanda wilayah Pasuruan dalam dua hari terakhir. Kondisi itu membuat petugas BPBD Kota Pasuruan untuk selalu waspada. Mengingat potensi meluapnya aliran sungai di wilayah kota yang biasanya terjadi saat hujan mulai melanda kawasan hulu.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Pasuruan Samsul Hadi mengatakan, pihaknya selalu mewaspadai setiap kejadian kebencanaan. Termasuk banjir yang diakibatkan luapan air sungai. Meski dalam waktu seperti sekarang, potensinya masih tidak begitu tinggi. Mengingat intensitas hujan juga masih rendah.

”Yang jelas anggota kami stand by selama 24 jam secara bergantian. Bukan hanya untuk satu jenis bencana saja tetapi keseluruhan,” kata Samsul.

Dia mengatakan, pihaknya juga akan lebih banyak melibatkan masyarakat dalam melakukan penanganan kedaruratan saat bencana terjadi. Terlebih saat ini sudah lebih dari separo kelurahan di kota ditetapkan sebagai kelurahan tangguh bencana.

”Jadi diharapkan masyarakat sudah memiliki bekal dalam penanganan kedaruratan. Terutama yang berada di wilayah kelurahan dengan kerawanan lebih tinggi terhadap bencana,” jelasnya.

Samsul mengatakan, dari 34 kelurahan yang ada sekarang sudah ada 16 kelurahan tangguh bencana. Dan belum lama ini, ada empat kelurahan yang mendapat giliran pelatihan penanganan kedaruratan. Antara lain relawan di Kelurahan Karangketug, Kepel, Pekuncen dan Petamanan.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/