PASURUAN, Radar Bromo – Pendapatan asli daerah Kota Pasuruan dari sektor parkir berlangganan tak sesuai harapan. Realisasi pendapatan sepanjang 2022 meleset. Dari target Rp 2,22 miliar, realisasinya hanya Rp 1,95 miliar. Sekitar, 88 persen.
Dinas Perhubungan Kota Pasuruan menetapkan nilai retribusi parkir sesuai dengan jenis kendaraan. Misalnya, kendaraan roda dua Rp 20 ribu; roda empat Rp 40 ribu; dan roda lebih dari empat Rp 50 ribu.
Sayangnya, target itu tak terpenuhi. Hingga Desember 2022, Pemkot Pasuruan hanya berhasil mengumpulkan setoran retribusi senilai Rp 1,95 miliar. Kurang sekitar 12 persen dari target.
Kepala Bidang Lalu Lintas di Dinas Perhubungan Kota Pasuruan Andriyanto mengatakan, target pendapatan retribusi parkir berlangganan sebenarnya sudah dihitung dengan potensi riil. Dinasnya mengalkulasi jumlah kendaraan di Kota Pasuruan berdasar data mutakhir.
”Kalau menurut data kami, potensi riil itu seharusnya bisa sesuai dengan angka yang ditargetkan,” kata Andriyanto.
Jumlah kendaraan roda dua yang terdaftar saja, kata Andrianto, mencapai 80 ribu. Belum lagi kendaraan roda empat yang berjumlah 11 ribu. Ditambah dengan kendaraan roda empat lebih yang mencapai sekitar seribu.
”Perhitungan kami itu berdasar data kendaraan pada 2021,” jelasnya.