26.9 C
Probolinggo
Sunday, September 25, 2022

Pemkot Minta Pusat Bangun Lima Jembatan untuk Atasi Banjir

PASURUAN, Radar Bromo – Pemkot Pasuruan mengajukan pembangunan lima jembatan untuk mengatasi banjir di wilayah kota. Masing-masing Jembatan Buk Wedi, Jembatan Barito, Jembatan Gading, Jembatan Kurnia, dan jembatan di Perumahan Karangketug.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pasuruan Gustap Purwoko mengatakan, program tersebut telah diajukan beberapa waktu lalu. Progamnya bukan perbaikan, melainkan pembangunan jembatan.

”Kami mengajukan langsung ke kementerian karena bukan kewenangan kami,” ujarnya.

Menurut Gustap, pembangunan jembatan diusulkan untuk mengatasi banjir di perkotaan yang beberapa kali terjadi jika musim hujan. Perbaikan saluran drainase saja tidak cukup. Harus dibarengi dengan pembangunan jembatan. Sebab, permasalahannya adalah air meluber ke permukiman di perkotaan karena meluap dari sungai.

Di sisi lain, luapan sungai terjadi karena ada penyempitan saluran di bawah jembatan. Sehingga air yang seharusnya lancar mengalir hingga ke laut menjadi terhambat. Lalu, meluber hingga membanjiri pusat kota.

”Contoh di Buk Wedi. Itu kan lebar sungai sekitar 25 meter. Kemudian kena jembatan jadi menyempit. Air yang terlalu besar tak bisa masuk dan meluber ke jalan,” papar Gustap. Dia berharap pengajuan itu disetujui oleh kementerian di pusat. Sehingga ketika musim hujan datang, air sungai tidak lagi meluber ke wilayah perkotaan.

Di sisi lain, tambah Gustap, pemkot sedang memperbaiki saluran drainase di sekitar Alun-alun Pasuruan. Drainase itu nantinya menuju ke Sungai Gembong sebagai pembuangan akhir. Pemkot berharap, pengerjaan drainase itu bisa mengurangi luapan air ketika intensitas hujan tinggi. (sid/far)

PASURUAN, Radar Bromo – Pemkot Pasuruan mengajukan pembangunan lima jembatan untuk mengatasi banjir di wilayah kota. Masing-masing Jembatan Buk Wedi, Jembatan Barito, Jembatan Gading, Jembatan Kurnia, dan jembatan di Perumahan Karangketug.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pasuruan Gustap Purwoko mengatakan, program tersebut telah diajukan beberapa waktu lalu. Progamnya bukan perbaikan, melainkan pembangunan jembatan.

”Kami mengajukan langsung ke kementerian karena bukan kewenangan kami,” ujarnya.

Menurut Gustap, pembangunan jembatan diusulkan untuk mengatasi banjir di perkotaan yang beberapa kali terjadi jika musim hujan. Perbaikan saluran drainase saja tidak cukup. Harus dibarengi dengan pembangunan jembatan. Sebab, permasalahannya adalah air meluber ke permukiman di perkotaan karena meluap dari sungai.

Di sisi lain, luapan sungai terjadi karena ada penyempitan saluran di bawah jembatan. Sehingga air yang seharusnya lancar mengalir hingga ke laut menjadi terhambat. Lalu, meluber hingga membanjiri pusat kota.

”Contoh di Buk Wedi. Itu kan lebar sungai sekitar 25 meter. Kemudian kena jembatan jadi menyempit. Air yang terlalu besar tak bisa masuk dan meluber ke jalan,” papar Gustap. Dia berharap pengajuan itu disetujui oleh kementerian di pusat. Sehingga ketika musim hujan datang, air sungai tidak lagi meluber ke wilayah perkotaan.

Di sisi lain, tambah Gustap, pemkot sedang memperbaiki saluran drainase di sekitar Alun-alun Pasuruan. Drainase itu nantinya menuju ke Sungai Gembong sebagai pembuangan akhir. Pemkot berharap, pengerjaan drainase itu bisa mengurangi luapan air ketika intensitas hujan tinggi. (sid/far)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/