26.9 C
Probolinggo
Sunday, September 25, 2022

Tebang Pohon Perindangan di Alun-alun, Pemkot Klaim Siapkan Peremajaan

PASURUAN, Radar Bromo– Pembangunan proyek wisata terintegrasi di sekitar alun-alun Pasuruan, harus banyak yang “dikorbankan”. Selain merubah arus lalulintas selamanya, sejumlah pohon perindangan di sekitar alun-alun.

Dampaknya, kawasan sekitar alun-alun kini memang lebih panas. Pohon-pohon perindangan ukuran besar, sebagian sudah ditebang.

Pantauan Jawa Pos Radar Bromo, pohon pohon yang ditebang itu ada di sisi utara, timur dan selatan. Kemarin (11/8) bahkan masih ada kegiatan penebangan. Tepatnya timur alun-alun masuk jalan WR Supratman. Kanan kiri jalan tersebut juga ditebang.

Ada alasan kuat mengapa pohon-pohon perindangan tersebut dtebang. Gustap Purwoko, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pasuruan mengatakan, pihaknya memang melakukan pemotongan. Sebab, pohon tersebut merusak trotoar.

“Iya dipotong. Kami yang melakukan karena merusak trotoar,” katanya.

Pria yang akrab disapa Gustap itu mengaku, selain merusak trotoar, pihaknya kini juga sedang mengerjakan perbaikan drainase. Jika pohon-pohon tak ditebang, maka akan mempersulit pengerjaan nantinya.

Meskipun dipotong, katanya, pihaknya tidak lantas akan dibiarkan begitu saja. Setelah pengerjaan selesai, akan dilakukan peremajaan kembali. Sehingga daerah seputar alun-alun yang pohonnya ditebang akan ditanami lagi.

PASURUAN, Radar Bromo– Pembangunan proyek wisata terintegrasi di sekitar alun-alun Pasuruan, harus banyak yang “dikorbankan”. Selain merubah arus lalulintas selamanya, sejumlah pohon perindangan di sekitar alun-alun.

Dampaknya, kawasan sekitar alun-alun kini memang lebih panas. Pohon-pohon perindangan ukuran besar, sebagian sudah ditebang.

Pantauan Jawa Pos Radar Bromo, pohon pohon yang ditebang itu ada di sisi utara, timur dan selatan. Kemarin (11/8) bahkan masih ada kegiatan penebangan. Tepatnya timur alun-alun masuk jalan WR Supratman. Kanan kiri jalan tersebut juga ditebang.

Ada alasan kuat mengapa pohon-pohon perindangan tersebut dtebang. Gustap Purwoko, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pasuruan mengatakan, pihaknya memang melakukan pemotongan. Sebab, pohon tersebut merusak trotoar.

“Iya dipotong. Kami yang melakukan karena merusak trotoar,” katanya.

Pria yang akrab disapa Gustap itu mengaku, selain merusak trotoar, pihaknya kini juga sedang mengerjakan perbaikan drainase. Jika pohon-pohon tak ditebang, maka akan mempersulit pengerjaan nantinya.

Meskipun dipotong, katanya, pihaknya tidak lantas akan dibiarkan begitu saja. Setelah pengerjaan selesai, akan dilakukan peremajaan kembali. Sehingga daerah seputar alun-alun yang pohonnya ditebang akan ditanami lagi.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/