31.4 C
Probolinggo
Sunday, September 25, 2022

Payung Madinah Ubah Arus Lalin, Tutup Jalan Depan Masjid Al Anwar

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Proyek wisata terintegrasi di Kota Pasuruan sedang digarap. Selama pengerjaan yang tenggatnya hingga akhir tahun tersebut, arus lalu lintas dialihkan. Bahkan arus lalu lintas ini akan berubah selamanya sampai proyek ini selesai dan bisa difungsikan.

Semenjak proyek dikerjakan, pengendara yang melintas di Jalan Wahid Hasyim tak bisa melewati jalan depan masjid Jamik Al Anwar karena dipasang pembatas. Saat proyek jadi dan pembatas dilepas, kendaraan akan dilarang untuk melintas di jalan ini. Alasannya, selain tempat ibadah, jalan ini menjadi lokasi Payung Madinah, sekaligus tempat wisata. Para pengendara akan dialihkan ke jalan alun-alun utara. Seperti dilakukan selama ini.

“Area bawah payung Madinah khusus pejalan kaki. Sedangkan payung hidrolik ukuran 14×14 meter persegi, tinggi 12 meter dengan penutup membran. Dan lantai area bawah payung granit ukuran 60×120,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Olahraga Kota Pasuruan, Basuki. Basuki menambahkan sebenarnya ada pembangunan yang lainnya. Salah satunya sejumlah taman dan lainnya.

SUDAH DIKONSEP: Desain Payung Madinah yang ada di depan masjid Jamik Al Anwar. (Foto: Dok. Radar Bromo)

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan Kota Pasuruan Samsul Rizal mengatakan itu gambaran terkait revitalisasi kawasan wisata religi. Bahwa arus lalin di depan masjid Jamik Al Anwar akan ditutup.

Rencana perubahan arus ini juga sudah disiapkan Satlantas Polres Pasuruan. Kepolisian pun meregulasi arus lalu lintas wilayah Alun-alun Kota Pasuruan. Arus lalin dialihkan mengelilingi Jalan Alun-alun. Bahkan setelah proyek pembangunan Pemerintah Kota ini selesai.

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Proyek wisata terintegrasi di Kota Pasuruan sedang digarap. Selama pengerjaan yang tenggatnya hingga akhir tahun tersebut, arus lalu lintas dialihkan. Bahkan arus lalu lintas ini akan berubah selamanya sampai proyek ini selesai dan bisa difungsikan.

Semenjak proyek dikerjakan, pengendara yang melintas di Jalan Wahid Hasyim tak bisa melewati jalan depan masjid Jamik Al Anwar karena dipasang pembatas. Saat proyek jadi dan pembatas dilepas, kendaraan akan dilarang untuk melintas di jalan ini. Alasannya, selain tempat ibadah, jalan ini menjadi lokasi Payung Madinah, sekaligus tempat wisata. Para pengendara akan dialihkan ke jalan alun-alun utara. Seperti dilakukan selama ini.

“Area bawah payung Madinah khusus pejalan kaki. Sedangkan payung hidrolik ukuran 14×14 meter persegi, tinggi 12 meter dengan penutup membran. Dan lantai area bawah payung granit ukuran 60×120,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Olahraga Kota Pasuruan, Basuki. Basuki menambahkan sebenarnya ada pembangunan yang lainnya. Salah satunya sejumlah taman dan lainnya.

SUDAH DIKONSEP: Desain Payung Madinah yang ada di depan masjid Jamik Al Anwar. (Foto: Dok. Radar Bromo)

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan Kota Pasuruan Samsul Rizal mengatakan itu gambaran terkait revitalisasi kawasan wisata religi. Bahwa arus lalin di depan masjid Jamik Al Anwar akan ditutup.

Rencana perubahan arus ini juga sudah disiapkan Satlantas Polres Pasuruan. Kepolisian pun meregulasi arus lalu lintas wilayah Alun-alun Kota Pasuruan. Arus lalin dialihkan mengelilingi Jalan Alun-alun. Bahkan setelah proyek pembangunan Pemerintah Kota ini selesai.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/