26.9 C
Probolinggo
Sunday, September 25, 2022

BPBD Mulai Periksa Sumber Air di Daerah Rawan Kekeringan

BANGIL, Radar Bromo – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan memang belum memperoleh laporan ada krisis air bersih. Namun, ancaman kekeringan dan kekurangan air sudah dilakukan di musim kemarau ini.

Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan Ridwan Haris menyatakan telah melakukan asesmen terhadap kondisi sumber-sumber air di kawasan rawan kekeringan. Terjadi penurunan debit air atau tidak.

Dasarnya adalah prakiraan dan peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait ancaman musim kemarau. Peringatan dini itu berlaku hingga September mendatang.

”Kami lakukan asesmen untuk memastikan ada atau tidaknya penurunan debit air di musim kemarau ini,” bebernya.

Menurut Haris, sampai saat ini, BPBD memang belum memperoleh laporan ada krisis air di Kabupaten Pasuruan. Namun, asesmen seperti itu dibutuhkan untuk memastikan kemungkinan penyusutan sumber-sumber air. Kemudian, dilakukan antisipasi. BPBD juga menggelar kesiapsiagaan untuk mengantisipasi bencana kekeringan.

”Hasil asesmen akan kami rapatkan,” jelasnya.

Kawasan mana saja yang rawan kekeringan? Di Kabupaten Pasuruan, tercatat ada 23 desa di tujuh kecamatan yang rentan mengalami krisis air bersih saat musim kemarau. Desa-desa itu berada di wilayah Kecamatan Gempol, Winongan, Lumbang, Pasrepan, Lekok, Kejayan, dan Grati.

BANGIL, Radar Bromo – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan memang belum memperoleh laporan ada krisis air bersih. Namun, ancaman kekeringan dan kekurangan air sudah dilakukan di musim kemarau ini.

Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan Ridwan Haris menyatakan telah melakukan asesmen terhadap kondisi sumber-sumber air di kawasan rawan kekeringan. Terjadi penurunan debit air atau tidak.

Dasarnya adalah prakiraan dan peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait ancaman musim kemarau. Peringatan dini itu berlaku hingga September mendatang.

”Kami lakukan asesmen untuk memastikan ada atau tidaknya penurunan debit air di musim kemarau ini,” bebernya.

Menurut Haris, sampai saat ini, BPBD memang belum memperoleh laporan ada krisis air di Kabupaten Pasuruan. Namun, asesmen seperti itu dibutuhkan untuk memastikan kemungkinan penyusutan sumber-sumber air. Kemudian, dilakukan antisipasi. BPBD juga menggelar kesiapsiagaan untuk mengantisipasi bencana kekeringan.

”Hasil asesmen akan kami rapatkan,” jelasnya.

Kawasan mana saja yang rawan kekeringan? Di Kabupaten Pasuruan, tercatat ada 23 desa di tujuh kecamatan yang rentan mengalami krisis air bersih saat musim kemarau. Desa-desa itu berada di wilayah Kecamatan Gempol, Winongan, Lumbang, Pasrepan, Lekok, Kejayan, dan Grati.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/