31.4 C
Probolinggo
Sunday, September 25, 2022

Bos Pabrik Rotan Tewas Tertabrak KA Sri Tanjung di Gerongan Kraton

KRATON, Radar Bromo –Arifin Hari Susanto, 53, langsung tancap gas. Menyeberangi perlintasan kereta api di Desa Gerongan, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan. Namun, bruakkk. Kereta api (KA) Sri Tanjung menabrak mobil yang disopirinya.

Warga Kedungdoro, Kecamatan Tegal Sari, Surabaya, itu hanya luka-luka. Namun, tidak demikian dengan bosnya. Wawan Hartono, 40, warga jalan Bubutan 136 Surabaya itu luka parah. Bos pabrik rotan di Desa Gerongan itu pun meninggal.

Kecelakaan itu terjadi Kamis siang (11/8). Saat itu, korban Wawan hendak makan siang. Dia pun keluar dari pabrik bersama sopirnya. Menggunakan mobil Avanza bernopol L 1263 G.

Pabrik itu sendiri memang berhadap-hadapan dengan rel kereta. Jarak pabrik dengan rel kereta api hanya sekitar 20 meter.

Arifin yang menyopiri Avanza itu diduga tak memperhatikan situasi rel. Dia langsung saja tancap gas, melintasi rel dengan palang pintu tak resmi itu.

Apes. Saat ban depan kendaraan itu melewati rel, melintas KA Sri Tanjung tujuan Jogjakarta.

Avanza silver itu langsung tertabrak. Saking kencangnya tabrakan, mobil itu terpental ke arah barat sejauh kurang lebih 20 meteran.

Prasetiyo, anggota Polsuska Daop 9 Jember wilayah Pasuruan mengatakan, kecelakaan terjadi diduga karena pengemudi kurang memperhatikan KA 290 Sri Tanjung yang bakal melintas. Padahal, saat itu suling lokomotif sudah berbunyi berulang kali.

“Perlintasan itu sebenarnya ada penjaganya dari swadaya. Kebetulan yang menjaga saat itu tidak ada di lokasi sedang salat,” kata Prasetiyo.

Sementara Halili, penjaga perlintasan kereta itu mengaku dirinya memang tak ada di lokasi saat kecelakaan terjadi. Dia sedang salat waktu itu. Menurutnya, ia biasa memperhatikan jam lewat kereta.

“Saya salat. Kereta biasa lewat pukul 12.10. Tapi, jadwal sebenarnya pukul 12.00. Karena sudah biasa seperti itu, ya saya tinggal,” ungkapnya.

Dia tidak menyangka terjadi kecelakaan. Saat kembali ke tempat jaga, situasi menurutnya sudah ramai.

Sementara Masruri, salah seorang warga di lokasi mengatakan, yang meninggal adalah bos dari pabrik rotan. “Yang meninggal itu bos pabrik rotan. Dia duduk di sebelah kiri. Tadi terpental keluar dari mobil,” katanya.

Kanit Lantas Polres Pasuruan Kota Ipda Helga mengatakan, kecelakan itu melibatkan Avanza nopol L 1263 G dengan KA Sri Tanjung KA 290 lokomotif CC 2019217. Kereta dimasinisi Bambang Sutikno.

“Kecelakaan bermula saat mobil berjalan dari arah utara ke arah selatan. Mereka hendak melewati perlintasan dan tertabrak kereta api yang berjalan dari timur ke barat,” katanya. (sid/hn)

 

 

KRATON, Radar Bromo –Arifin Hari Susanto, 53, langsung tancap gas. Menyeberangi perlintasan kereta api di Desa Gerongan, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan. Namun, bruakkk. Kereta api (KA) Sri Tanjung menabrak mobil yang disopirinya.

Warga Kedungdoro, Kecamatan Tegal Sari, Surabaya, itu hanya luka-luka. Namun, tidak demikian dengan bosnya. Wawan Hartono, 40, warga jalan Bubutan 136 Surabaya itu luka parah. Bos pabrik rotan di Desa Gerongan itu pun meninggal.

Kecelakaan itu terjadi Kamis siang (11/8). Saat itu, korban Wawan hendak makan siang. Dia pun keluar dari pabrik bersama sopirnya. Menggunakan mobil Avanza bernopol L 1263 G.

Pabrik itu sendiri memang berhadap-hadapan dengan rel kereta. Jarak pabrik dengan rel kereta api hanya sekitar 20 meter.

Arifin yang menyopiri Avanza itu diduga tak memperhatikan situasi rel. Dia langsung saja tancap gas, melintasi rel dengan palang pintu tak resmi itu.

Apes. Saat ban depan kendaraan itu melewati rel, melintas KA Sri Tanjung tujuan Jogjakarta.

Avanza silver itu langsung tertabrak. Saking kencangnya tabrakan, mobil itu terpental ke arah barat sejauh kurang lebih 20 meteran.

Prasetiyo, anggota Polsuska Daop 9 Jember wilayah Pasuruan mengatakan, kecelakaan terjadi diduga karena pengemudi kurang memperhatikan KA 290 Sri Tanjung yang bakal melintas. Padahal, saat itu suling lokomotif sudah berbunyi berulang kali.

“Perlintasan itu sebenarnya ada penjaganya dari swadaya. Kebetulan yang menjaga saat itu tidak ada di lokasi sedang salat,” kata Prasetiyo.

Sementara Halili, penjaga perlintasan kereta itu mengaku dirinya memang tak ada di lokasi saat kecelakaan terjadi. Dia sedang salat waktu itu. Menurutnya, ia biasa memperhatikan jam lewat kereta.

“Saya salat. Kereta biasa lewat pukul 12.10. Tapi, jadwal sebenarnya pukul 12.00. Karena sudah biasa seperti itu, ya saya tinggal,” ungkapnya.

Dia tidak menyangka terjadi kecelakaan. Saat kembali ke tempat jaga, situasi menurutnya sudah ramai.

Sementara Masruri, salah seorang warga di lokasi mengatakan, yang meninggal adalah bos dari pabrik rotan. “Yang meninggal itu bos pabrik rotan. Dia duduk di sebelah kiri. Tadi terpental keluar dari mobil,” katanya.

Kanit Lantas Polres Pasuruan Kota Ipda Helga mengatakan, kecelakan itu melibatkan Avanza nopol L 1263 G dengan KA Sri Tanjung KA 290 lokomotif CC 2019217. Kereta dimasinisi Bambang Sutikno.

“Kecelakaan bermula saat mobil berjalan dari arah utara ke arah selatan. Mereka hendak melewati perlintasan dan tertabrak kereta api yang berjalan dari timur ke barat,” katanya. (sid/hn)

 

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/