24.7 C
Probolinggo
Sunday, November 27, 2022

Dewan Dorong Parkir di Pasar Tradisional Pakai Elektronik

PASURUAN, Radar Bromo – Parkir pasar di Kota Pasuruan dinilai bisa potensi sumber pendapatan asli daerah (PAD) yang menjanjikan. Asalkan, pengelolaannya tepat. DPRD Kota Pasuruan mendorong agar pemerintah kota mulai melakukan alih teknologi dalam mengelola parkir tersebut.

Pasalnya, selama ini pemerintah sudah memberlakukan retribusi terhadap parkir pasar. Mulai dari Pasar Kebonagung, Pasar Karangketug, Pasal Mebel, Pasar Gadingrejo dan Pasar Poncol. Hanya saja penarikan retribusi masih dilakukan secara manual.

”Tahun ini kami minta sudah bisa dilakukan perencanaan yang matang terkait pendapatan parkir pasar,” kata anggota Komisi II DPRD Kota Pasuruan Moch. Arief.

Menurutnya, penarikan retribusi parkir secara manual merupakan cara yang sudah usang. Pemerintah perlu memperhitungkan penerapan teknologi dalam pengelolaan parkir tersebut. Yakni e-parkir. Apalagi hal itu sebenarnya bukan hal baru. Setidaknya, pemerintah sudah menerapkannya di RSUD dr. R. Soedarsono.

”Kami melihat antara potensi dengan hasil pendapatan retribusi yang masuk ini sangat njomplang,” jelasnya.

Padahal ia menganggap pasar punya potensi besar. Karena tempat itu menjadi pusat perputaran ekonomi yang hampir setiap hari tak pernah mati. Sehingga potensi retribusi parkirnya juga bisa lebih besar. Politikus PDIP tersebut berujar, dengan penerapan e-parkir, potensi pendapatan yang bakal diterima daerah lebih mudah terpenuhi. Dengan demikian, sektor parkir bisa menjadi salah satu pemicu kenaikan pendapatan asli daerah.

”PAD Kota Pasuruan bisa naik dan yang terpenting lagi tidak ada kebocoran,” ujarnya.

PASURUAN, Radar Bromo – Parkir pasar di Kota Pasuruan dinilai bisa potensi sumber pendapatan asli daerah (PAD) yang menjanjikan. Asalkan, pengelolaannya tepat. DPRD Kota Pasuruan mendorong agar pemerintah kota mulai melakukan alih teknologi dalam mengelola parkir tersebut.

Pasalnya, selama ini pemerintah sudah memberlakukan retribusi terhadap parkir pasar. Mulai dari Pasar Kebonagung, Pasar Karangketug, Pasal Mebel, Pasar Gadingrejo dan Pasar Poncol. Hanya saja penarikan retribusi masih dilakukan secara manual.

”Tahun ini kami minta sudah bisa dilakukan perencanaan yang matang terkait pendapatan parkir pasar,” kata anggota Komisi II DPRD Kota Pasuruan Moch. Arief.

Menurutnya, penarikan retribusi parkir secara manual merupakan cara yang sudah usang. Pemerintah perlu memperhitungkan penerapan teknologi dalam pengelolaan parkir tersebut. Yakni e-parkir. Apalagi hal itu sebenarnya bukan hal baru. Setidaknya, pemerintah sudah menerapkannya di RSUD dr. R. Soedarsono.

”Kami melihat antara potensi dengan hasil pendapatan retribusi yang masuk ini sangat njomplang,” jelasnya.

Padahal ia menganggap pasar punya potensi besar. Karena tempat itu menjadi pusat perputaran ekonomi yang hampir setiap hari tak pernah mati. Sehingga potensi retribusi parkirnya juga bisa lebih besar. Politikus PDIP tersebut berujar, dengan penerapan e-parkir, potensi pendapatan yang bakal diterima daerah lebih mudah terpenuhi. Dengan demikian, sektor parkir bisa menjadi salah satu pemicu kenaikan pendapatan asli daerah.

”PAD Kota Pasuruan bisa naik dan yang terpenting lagi tidak ada kebocoran,” ujarnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/