29.8 C
Probolinggo
Monday, June 5, 2023

Jaksa Endus Penyimpangan Sewa Senkuko, Mulai Pelajari Dokumen Perjanjian

PASURUAN, Radar Bromo – Berbulan-bulan Kejaksaan Negeri Kota Pasuruan mempelajari naskah perjanjian kerja sama sewa gedung milik Pemkot Pasuruan di kompleks Pasar Kebonagung. Korps Adhyaksa mengendus potensi kerugian. Sebab, ditemukan indikasi ketidakberesan dalam perjanjian yang diteken sejak 26 Juni 2008 itu.

Kasi Intelijen Kejari Kota Pasuruan Wahyu Susanto membenarkan timnya memang tengah mendalami perjanjian kerja sama yang berlaku selama 30 tahun itu. Namun, kata dia, proses yang sekarang bergulir masih dalam tahap awal. Timnya baru memulai serangkaian penyelidikan.

”Berdasar fakta-fakta yang kami peroleh maupun keterangan beberapa pihak, memang ditemukan indikasi awal adanya penyimpangan,” kata Wahyu.

Meski begitu, Wahyu belum mau membocorkan indikasi penyimpangan tersebut. Termasuk, saat ditanya soal angka kontribusi hasil penyewaan gedung itu yang terbilang cukup kecil. Yakni, Rp10.640.000 per tahun.

Baca Juga:  Pabrik Beton di Sumberanyar Nguling Ditutup Pol PP

”Kami belum bisa menyampaikannya sekarang. Yang jelas, penyelidikan baru berjalan di pekan ketiga Januari lalu,” kata Wahyu.

Dengan dimulainya tahap penyelidikan itu, lanjut dia, sudah menandakan adanya indikasi awal. Timnya akan mencari bukti-bukti permulaan. Baik dari keterangan saksi maupun dokumen. ”Baru setelah itu, kami dapat menentukan tindak lanjut yang akan dilakukan,” bebernya.

PASURUAN, Radar Bromo – Berbulan-bulan Kejaksaan Negeri Kota Pasuruan mempelajari naskah perjanjian kerja sama sewa gedung milik Pemkot Pasuruan di kompleks Pasar Kebonagung. Korps Adhyaksa mengendus potensi kerugian. Sebab, ditemukan indikasi ketidakberesan dalam perjanjian yang diteken sejak 26 Juni 2008 itu.

Kasi Intelijen Kejari Kota Pasuruan Wahyu Susanto membenarkan timnya memang tengah mendalami perjanjian kerja sama yang berlaku selama 30 tahun itu. Namun, kata dia, proses yang sekarang bergulir masih dalam tahap awal. Timnya baru memulai serangkaian penyelidikan.

”Berdasar fakta-fakta yang kami peroleh maupun keterangan beberapa pihak, memang ditemukan indikasi awal adanya penyimpangan,” kata Wahyu.

Meski begitu, Wahyu belum mau membocorkan indikasi penyimpangan tersebut. Termasuk, saat ditanya soal angka kontribusi hasil penyewaan gedung itu yang terbilang cukup kecil. Yakni, Rp10.640.000 per tahun.

Baca Juga:  Trotoar Ambrol di Blandongan Bahayakan Pejalan Kaki, Kondisinya Begini

”Kami belum bisa menyampaikannya sekarang. Yang jelas, penyelidikan baru berjalan di pekan ketiga Januari lalu,” kata Wahyu.

Dengan dimulainya tahap penyelidikan itu, lanjut dia, sudah menandakan adanya indikasi awal. Timnya akan mencari bukti-bukti permulaan. Baik dari keterangan saksi maupun dokumen. ”Baru setelah itu, kami dapat menentukan tindak lanjut yang akan dilakukan,” bebernya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru