24.4 C
Probolinggo
Sunday, November 27, 2022

Pendaftar Panwascam di Kota Pasuruan Didominasi Usia Muda

PASURUAN, Radar Bromo – Minat warga Kota Pasuruan untuk terlibat dalam kerja-kerja pengawasan pemilu cukup tinggi. Terlihat dari banyaknya jumlah pendaftar panwascam. Hingga masa penerimaan berkas pendaftaran berakhir, ada 95 pendaftar panwascam.

Ketua Bawaslu Kota Pasuruan Moh. Anas mengatakan, puluhan pendaftar terdiri dari 63 laki-laki dan 32 perempuan. Sejak awal, pihaknya memang memberi ruang cukup terbuka bagi pendaftar perempuan. Dengan angka minimal 30 persen kuota pendaftar dari kalangan perempuan.

“Dengan melihat jumlah pendaftar yang cukup banyak kami mengapresiasi minat masyarakat untuk terlibat langsung dalam pengawasan pemilu,” kata Anas.

Terlebih para pendaftar rata-rata dari kalangan anak muda. Bila dilihat dari segi usia, sebanyak 53 pendaftar masih berusia 25 hingga 35 tahun. Selebihnya berusia di atas 36 tahun. “Artinya ketertarikan anak muda untuk terjun langsung dalam kerja-kerja pengawasan pemilu juga cukup tinggi,” ujar Anas.

Setelah mengakhiri masa pendaftaran, lanjut Anas, Bawaslu akan memulai rangkaian seleksi. Sebab puluhan pendaftar itu nantinya akan saling berebut 3 slot kursi di setiap kecamatan untuk bertugas sebagai panwascam. Sehingga kebutuhan panwascam se-kota hanya 12 orang.

“Yang pertama, yakni dengan melakukan penelitian berkas pendaftaran,” katanya.

Dalam dua hari ini, Bawaslu masih meneliti berkas mereka sesuai syarat yang ditetapkan. Khususnya soal keterlibatan mereka apakah sedang atau pernah menjadi anggota partai politik atau tidak. “Kemudian mengumumkan hasil penelitian berkas untuk ditanggapi masyarakat,” ungkap Anas.

PASURUAN, Radar Bromo – Minat warga Kota Pasuruan untuk terlibat dalam kerja-kerja pengawasan pemilu cukup tinggi. Terlihat dari banyaknya jumlah pendaftar panwascam. Hingga masa penerimaan berkas pendaftaran berakhir, ada 95 pendaftar panwascam.

Ketua Bawaslu Kota Pasuruan Moh. Anas mengatakan, puluhan pendaftar terdiri dari 63 laki-laki dan 32 perempuan. Sejak awal, pihaknya memang memberi ruang cukup terbuka bagi pendaftar perempuan. Dengan angka minimal 30 persen kuota pendaftar dari kalangan perempuan.

“Dengan melihat jumlah pendaftar yang cukup banyak kami mengapresiasi minat masyarakat untuk terlibat langsung dalam pengawasan pemilu,” kata Anas.

Terlebih para pendaftar rata-rata dari kalangan anak muda. Bila dilihat dari segi usia, sebanyak 53 pendaftar masih berusia 25 hingga 35 tahun. Selebihnya berusia di atas 36 tahun. “Artinya ketertarikan anak muda untuk terjun langsung dalam kerja-kerja pengawasan pemilu juga cukup tinggi,” ujar Anas.

Setelah mengakhiri masa pendaftaran, lanjut Anas, Bawaslu akan memulai rangkaian seleksi. Sebab puluhan pendaftar itu nantinya akan saling berebut 3 slot kursi di setiap kecamatan untuk bertugas sebagai panwascam. Sehingga kebutuhan panwascam se-kota hanya 12 orang.

“Yang pertama, yakni dengan melakukan penelitian berkas pendaftaran,” katanya.

Dalam dua hari ini, Bawaslu masih meneliti berkas mereka sesuai syarat yang ditetapkan. Khususnya soal keterlibatan mereka apakah sedang atau pernah menjadi anggota partai politik atau tidak. “Kemudian mengumumkan hasil penelitian berkas untuk ditanggapi masyarakat,” ungkap Anas.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/