30 C
Probolinggo
Sunday, May 28, 2023

Pembuat Mercon di Gempol Digerebek, Setiap Rangkaian Dijual Rp 50 Ribu

BANGIL, Radar Bromo– Praktik pembuatan petasan yang dilakoni Romli, 57, harus berakhir. Warga Talang, Desa Wonosari, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan itu digerebek polisi, Selasa (21/3) siang.

Dia digerebek pukul 10.30 di rumahnya saat sedang sibuk merakit pesanan petasan. “Tersangka sudah beberapa tahun terakhir melakoni bisnis pembuatan petasan,” kata Kasatreskrim Polres Pasuruan, AKP Farouk Ashadi Haiti.

Menurut Farouk, petugas menggerebek rumah tersangka yang sekaligus dijadikan tempat pembuatan petasan. Penggerebekan dilakukan setelah petugas memperoleh informasi dari warga bahwa dia kerap menerima pesanan petasan.

Sehingga, tersangka pun kerap membuat petasan. Terutama saat momen Ramadan seperti sekarang. “Dari informasi itulah kami melakukan penelusuran. Hingga kemudian penggerebekan dilakukan,” imbuhnya.

Baca Juga:  Pemotor asal Kejayan Luka Berat usai Tertabrak Truk di Gempol

Saat digerebek, tersangka sedang membuat petasan pesanan. Ia pun tak bisa berkutik. Hanya bisa pasrah saat petugas menangkapnya.

Sejumlah barang bukti berhasil diamankan dari rumah tersangka. Salah satunya, enam kardus berisi rangkaian petasan dengan panjang lima meter berisi 200 biji petasan kecil, 5 biji petasan tanggung dan satu petasan besar.

Petugas juga mengamankan satu kantong plastik, tujuh ikat sumbu, tiga buah plastik sisa bubuk mercon dan alat serta bahan pembuatan mercon lainnya. Bersama barang bukti yang ditemukan, tersangka digiring ke Mapolres Pasuruan untuk penyidikan.

“Tersangka mendapat pesanan. Setiap rangkaian mercon atau petasan dijual Rp 50 ribu,” bebernya.

Atas perbuatannya itu, tersangka dijerat pasal 1 ayat 1 UU Darurat nomor 12 tahun 1951. Ancamannya hukuman 20 tahun penjara. (one/hn)

Baca Juga:  Tabrak Lari di Gempol, Dua Korban Luka-luka, Ada yang Patah Tulang

 

BANGIL, Radar Bromo– Praktik pembuatan petasan yang dilakoni Romli, 57, harus berakhir. Warga Talang, Desa Wonosari, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan itu digerebek polisi, Selasa (21/3) siang.

Dia digerebek pukul 10.30 di rumahnya saat sedang sibuk merakit pesanan petasan. “Tersangka sudah beberapa tahun terakhir melakoni bisnis pembuatan petasan,” kata Kasatreskrim Polres Pasuruan, AKP Farouk Ashadi Haiti.

Menurut Farouk, petugas menggerebek rumah tersangka yang sekaligus dijadikan tempat pembuatan petasan. Penggerebekan dilakukan setelah petugas memperoleh informasi dari warga bahwa dia kerap menerima pesanan petasan.

Sehingga, tersangka pun kerap membuat petasan. Terutama saat momen Ramadan seperti sekarang. “Dari informasi itulah kami melakukan penelusuran. Hingga kemudian penggerebekan dilakukan,” imbuhnya.

Baca Juga:  Kebocoran Sistem Rem di Truk Jadi Pemicu Kecelakaan yang Tewaskan Penumpang Espass Hingga Terpanggang

Saat digerebek, tersangka sedang membuat petasan pesanan. Ia pun tak bisa berkutik. Hanya bisa pasrah saat petugas menangkapnya.

Sejumlah barang bukti berhasil diamankan dari rumah tersangka. Salah satunya, enam kardus berisi rangkaian petasan dengan panjang lima meter berisi 200 biji petasan kecil, 5 biji petasan tanggung dan satu petasan besar.

Petugas juga mengamankan satu kantong plastik, tujuh ikat sumbu, tiga buah plastik sisa bubuk mercon dan alat serta bahan pembuatan mercon lainnya. Bersama barang bukti yang ditemukan, tersangka digiring ke Mapolres Pasuruan untuk penyidikan.

“Tersangka mendapat pesanan. Setiap rangkaian mercon atau petasan dijual Rp 50 ribu,” bebernya.

Atas perbuatannya itu, tersangka dijerat pasal 1 ayat 1 UU Darurat nomor 12 tahun 1951. Ancamannya hukuman 20 tahun penjara. (one/hn)

Baca Juga:  Dipanggil Satpol PP, Pemilik Gudang yang Timbulkan Bau di Gempol Tak Datang

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru