31.4 C
Probolinggo
Sunday, September 25, 2022

Soal Pencemaran Kali Kambeng, Pemdes Bulusari Mengadu ke DLH Jatim

GEMPOL, Radar Bromo – Warga dan Pemerintah Desa Bulusari, Kecamatan Gempol, tidak puas dengan langkah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan. Mereka siap mengadu ke DLH Jawa Timur. Sampel air sudah dimasukkan laboratorium. Kondisi air Kali Kambeng pun telah disurvei. Termasuk, IPAL perusahaan dicek. Namun, hasilnya tidak kunjung jelas.

Kades Bulusari Siti Nurhayati saat dihubungi Jawa Pos Radar Bromo menyatakan telah melaporkan masalah itu ke DLH Provinsi Jatim. Sebab, langkah DLH Kabupaten Pasuruan berjalan lambat. ”Masak dalam dua pekan bahkan lebih hasilnya belum dibeber,” ungkapnya.

Bagi desa, penanganan pencemaran limbah di Kali Kambeng tidak boleh lamban. Apalagi, jalan di tempat. Sebab, pencemaran sungai itu sangat merugikan masyarakat. Mereka selama ini memanfaatkan Kali Kambeng untuk cuci dan mandi. Bahkan, memancing ikan. Sekarang semua itu tidak bisa dilakukan. Itu terjadi karena air sungai tercemar limbah. Kadang hitam, kadang biru, dan berubah-ubah warnanya.

Memang, setelah dicek DLH Kabupaten Pasuruan, air sungai mulai kembali jernih. Namun, tidak dijelaskan mengapa dan bagaimana pencemaran terjadi sebelumnya.

”Harapan pemdes dan warga tidak muluk-muluk. Sampaikan hasilnya secara transparan dan jangan ditutupi. Lalu, sanksi tegas perusahaan yang melakukan pencemaran di Kali Kambeng,” tegasnya.

Dihubungi secara terpisah terkait hasil lidik tim di lapangan untuk pencemaran Kali Kambeng, Kepala DLH Kabupaten Pasuruan Heru Farianto belum memberikan tanggapan sama sekali. (zal/far)

GEMPOL, Radar Bromo – Warga dan Pemerintah Desa Bulusari, Kecamatan Gempol, tidak puas dengan langkah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan. Mereka siap mengadu ke DLH Jawa Timur. Sampel air sudah dimasukkan laboratorium. Kondisi air Kali Kambeng pun telah disurvei. Termasuk, IPAL perusahaan dicek. Namun, hasilnya tidak kunjung jelas.

Kades Bulusari Siti Nurhayati saat dihubungi Jawa Pos Radar Bromo menyatakan telah melaporkan masalah itu ke DLH Provinsi Jatim. Sebab, langkah DLH Kabupaten Pasuruan berjalan lambat. ”Masak dalam dua pekan bahkan lebih hasilnya belum dibeber,” ungkapnya.

Bagi desa, penanganan pencemaran limbah di Kali Kambeng tidak boleh lamban. Apalagi, jalan di tempat. Sebab, pencemaran sungai itu sangat merugikan masyarakat. Mereka selama ini memanfaatkan Kali Kambeng untuk cuci dan mandi. Bahkan, memancing ikan. Sekarang semua itu tidak bisa dilakukan. Itu terjadi karena air sungai tercemar limbah. Kadang hitam, kadang biru, dan berubah-ubah warnanya.

Memang, setelah dicek DLH Kabupaten Pasuruan, air sungai mulai kembali jernih. Namun, tidak dijelaskan mengapa dan bagaimana pencemaran terjadi sebelumnya.

”Harapan pemdes dan warga tidak muluk-muluk. Sampaikan hasilnya secara transparan dan jangan ditutupi. Lalu, sanksi tegas perusahaan yang melakukan pencemaran di Kali Kambeng,” tegasnya.

Dihubungi secara terpisah terkait hasil lidik tim di lapangan untuk pencemaran Kali Kambeng, Kepala DLH Kabupaten Pasuruan Heru Farianto belum memberikan tanggapan sama sekali. (zal/far)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/