24.4 C
Probolinggo
Sunday, November 27, 2022

Karaoke dan Pramusaji Pakaian Minim Jadi “Pemikat” Warkop di Ruko Gempol 9

GEMPOL, Radar Bromo – Saat berkunjung ke deretan warung kopi di kompleks ruko Gempol 9, telinga langsung disambut dengan suara musik dari sound system yang lumayan kencang.

Maklum, masing-masing warkop memang menyetel musik dengan sound system yang lumayan menggelegar. Bahkan, ada warkop yang menyediakan karaoke secara terbuka.

Sejumlah pengunjung tampak sedang berkaraoke, pegang mik dan bernyanyi menghadap televisi atau layar. “Ini hanya fasilitas untuk pengunjung. Kalau tidak ada karaoke terbuka dan sound system, sepi. Tidak ada yang datang ngopi di warkop,” ujar Desi, 40, salah seorang pemilik warkop yang menyewa di Ruko Gempol 9.

Diiming-imingi Gaji Rp 25 Juta Jadi Purel Warkop, Dijual Jadi PSK di Tretes

Sound system, menurutnya, tidak selalu disetel kencang. Jelang tengah malam semua warkop biasanya mengecilkan volume musik. “Bahkan, kalau pas sepi atau warkop tidak ada orang, musik dimatikan,” tuturnya.

Dengan tambahan hiburan itu, pemilik warkop memang menarik tarif lebih. Pengunjung yang ngopi sambil live karaoke dikenai tarif Rp 25 ribu untuk lima lagu.

“Saat menyanyi, ada yang ditemani pramusaji, ada yang tidak. Tergantung orang atau pengunjungnya,” bebernya.

GEMPOL, Radar Bromo – Saat berkunjung ke deretan warung kopi di kompleks ruko Gempol 9, telinga langsung disambut dengan suara musik dari sound system yang lumayan kencang.

Maklum, masing-masing warkop memang menyetel musik dengan sound system yang lumayan menggelegar. Bahkan, ada warkop yang menyediakan karaoke secara terbuka.

Sejumlah pengunjung tampak sedang berkaraoke, pegang mik dan bernyanyi menghadap televisi atau layar. “Ini hanya fasilitas untuk pengunjung. Kalau tidak ada karaoke terbuka dan sound system, sepi. Tidak ada yang datang ngopi di warkop,” ujar Desi, 40, salah seorang pemilik warkop yang menyewa di Ruko Gempol 9.

Diiming-imingi Gaji Rp 25 Juta Jadi Purel Warkop, Dijual Jadi PSK di Tretes

Sound system, menurutnya, tidak selalu disetel kencang. Jelang tengah malam semua warkop biasanya mengecilkan volume musik. “Bahkan, kalau pas sepi atau warkop tidak ada orang, musik dimatikan,” tuturnya.

Dengan tambahan hiburan itu, pemilik warkop memang menarik tarif lebih. Pengunjung yang ngopi sambil live karaoke dikenai tarif Rp 25 ribu untuk lima lagu.

“Saat menyanyi, ada yang ditemani pramusaji, ada yang tidak. Tergantung orang atau pengunjungnya,” bebernya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/