31.4 C
Probolinggo
Sunday, September 25, 2022

Razia 22 Cafe di Terminal Pandaan dan Sekitar Gempol

PANDAAN, Radar Bromo – Giat razia digelar Satpol PP Kabupaten Pasuruan Selasa (20/9) malam. Kali ini sasarannya adalah kafe yang tersebar ada di Ruko Maiko dan Terminal Pandaan, serta ruko Gempol 9 di Kecamatan Gempol.

Razia itu dimulai pukul 21.00 – 24.00. Ada puluhan personel yang dilibatkan. Begitu tiba di lokasi, satu persatu kafe didatangi petugas penegak perda secara bergantian. Selain memeriksa tempat, juga sekaligus klarifikasi ke pemilik atau pengelola kafe tersebut.

“Ini juga sekaligus kegiatan patroli. Sasaran kami di tiga tempat, Kecamatan Gempol dan Pandaan. Totalnya ada 22 cafe,” terang Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Pasuruan Bakti Jati Permana.

Dalam razia tersebut, Bakti -sapaan akrabnya- menuturkan pihaknya hanya mengingatkan kepada pemilik kafe. Mereka diimbau terkait “No Miras” dan “No Asusila”. Juga kewajaran penggunaan sound system, jam operasional, dan lain sebagainya.

“Di lapangan nihil temuan miras dan asusila. Tidak ada yang disanksi. Sifatnya pembinaan saja,” ucapnya. Kegiatan serupa, ia tegaskan juga akan kembali dilakukan di wilayah kecamatan lain di Kabupaten Pasuruan. (zal/fun)

PANDAAN, Radar Bromo – Giat razia digelar Satpol PP Kabupaten Pasuruan Selasa (20/9) malam. Kali ini sasarannya adalah kafe yang tersebar ada di Ruko Maiko dan Terminal Pandaan, serta ruko Gempol 9 di Kecamatan Gempol.

Razia itu dimulai pukul 21.00 – 24.00. Ada puluhan personel yang dilibatkan. Begitu tiba di lokasi, satu persatu kafe didatangi petugas penegak perda secara bergantian. Selain memeriksa tempat, juga sekaligus klarifikasi ke pemilik atau pengelola kafe tersebut.

“Ini juga sekaligus kegiatan patroli. Sasaran kami di tiga tempat, Kecamatan Gempol dan Pandaan. Totalnya ada 22 cafe,” terang Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Pasuruan Bakti Jati Permana.

Dalam razia tersebut, Bakti -sapaan akrabnya- menuturkan pihaknya hanya mengingatkan kepada pemilik kafe. Mereka diimbau terkait “No Miras” dan “No Asusila”. Juga kewajaran penggunaan sound system, jam operasional, dan lain sebagainya.

“Di lapangan nihil temuan miras dan asusila. Tidak ada yang disanksi. Sifatnya pembinaan saja,” ucapnya. Kegiatan serupa, ia tegaskan juga akan kembali dilakukan di wilayah kecamatan lain di Kabupaten Pasuruan. (zal/fun)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/