28.7 C
Probolinggo
Monday, February 6, 2023

Warga Sukoreno Bersihkan Material Sisa Ekskavasi Candi

PRIGEN, Radar Bromo – Sehari pascaeskavasi, warga Dusun Candi, Desa Sukoreno, Kecamatan Gempol, langsung turun tangan. Minggu (20/11), mereka melakukan kerja bakti di lokasi ditemukannya candi.

Warga cukup antusias. Mulai dari remaja sampai orang tua, tumplek blek. “Warga kerja bakti memindahkan material bongkaran tanahnya pascaeskavasi. Biar lebih rapi dan terlihat bersih,” ujar warga setempat, Ramin, 66.

Selama kerja bakti, kata Ramin, warga hanya membersihkan tanah sisa galian. Tanpa menyentuh atau mengotak atik bangunan struktur atau candi. “Ini inisiatif warga sendiri. Tidak dilakukan di bangunan struktur atau candi. Hanya di luar,” katanya.

Sekretaris Desa Sukoreno Pendik mengatakan, untuk inventarisir temuan-temuan tetap berada di lokasi. Struktur yang dianggap penting dikumpulkan menjadi satu. “Selanjutnya untuk pengamanan setiap hari dari warga setempat dan pemdes,” ujarnya.

Baca Juga:  Di Pandaan, Physical Distancing Mulai Simpang Empat Pandaan – Simpang Empat Taman Dayu

Setelah eskavasi tahap pertama selesai, kata Pendik, eskavasi tahap kedua menunggu anggaran tahun depan dari Dispendikbud Kabupaten Pasuruan. “Dari BPCB Jatim, sepengetahuan kami pada tahun depan juga menganggarkan,” katanya. (zal/rud)

PRIGEN, Radar Bromo – Sehari pascaeskavasi, warga Dusun Candi, Desa Sukoreno, Kecamatan Gempol, langsung turun tangan. Minggu (20/11), mereka melakukan kerja bakti di lokasi ditemukannya candi.

Warga cukup antusias. Mulai dari remaja sampai orang tua, tumplek blek. “Warga kerja bakti memindahkan material bongkaran tanahnya pascaeskavasi. Biar lebih rapi dan terlihat bersih,” ujar warga setempat, Ramin, 66.

Selama kerja bakti, kata Ramin, warga hanya membersihkan tanah sisa galian. Tanpa menyentuh atau mengotak atik bangunan struktur atau candi. “Ini inisiatif warga sendiri. Tidak dilakukan di bangunan struktur atau candi. Hanya di luar,” katanya.

Sekretaris Desa Sukoreno Pendik mengatakan, untuk inventarisir temuan-temuan tetap berada di lokasi. Struktur yang dianggap penting dikumpulkan menjadi satu. “Selanjutnya untuk pengamanan setiap hari dari warga setempat dan pemdes,” ujarnya.

Baca Juga:  Lapan Pasuruan Berhenti Beroperasi Per Rabu Ini setelah 39 Tahun Berdiri

Setelah eskavasi tahap pertama selesai, kata Pendik, eskavasi tahap kedua menunggu anggaran tahun depan dari Dispendikbud Kabupaten Pasuruan. “Dari BPCB Jatim, sepengetahuan kami pada tahun depan juga menganggarkan,” katanya. (zal/rud)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru