28.7 C
Probolinggo
Monday, February 6, 2023

Ekskavasi Temuan Candi Selesai, Belum Simpulkan Peninggalan Kerajaan

PRIGEN, Radar Bromo – Proses ekskavasi temuan candi di punden, Dusun Candi, Desa Sukoreno, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, dinyatakan rampung. Selama lima hari, cukup banyak yang ditemukan. Namun, belum bisa dipastikan dari zaman kerajaan mana.

“Ekskavasi sudah sesuai jadwal. Hanya lima hari dan di lapangan sudah selesai. Berikutnya kami evaluasi dan sampaikan rekomendasi ke Pemda. Kini dalam proses,” ujar Arkeolog dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur Albertus Agung Vidi.

Selama lima hari sejak 15-19 November, ekskavasi dilakukan oleh tim dari BPCB Jawa Timur. Mereka dibantu sejumlah personel dari Jupel Penanggungan dan Korwil Pasuruan. Sejumlah warga sekitar juga turut turun tangan.

Baca Juga:  Sesuaikan Jadwal BPCB, Ekskavasi di Dusun Kalongan Diundur

Albertus mengaku belum dapat menyimpulkan temuan bangunan candi ini berasal dari zaman kerajaan mana. “Belum bisa pastikan sih, kalau kerajaannya. Dilihat dari ragam ornamen yang banyak ditemukan, diduga pembangunan candi ini pada abad 13 dan 14,” katanya.

Selama proses ekskavasi, denah struktur sudah tampak sekitar 70 persen. Kata Albertus, struktur di sisi selatan tampak tujuh lapis setinggi 90 sentimeter. Tujuh lapis itu diisi tiga bentukan pilar. Dua pilar sudut dan satu pilar tengah. Di antara pilar itu ada ornamen bunga.

Di sisi timur juga terdapat tujuh lapis batu dan tampak sebuah pilar sudut tenggara. Serta, terlihat dua ornamen yang sama dengan dinding selatan. Hanya di dinding timur bidang tengah, ada indikasi runtuhan struktur dan lesakan struktur. Di sana ada indikasi perlubangan yang diduga pernah terjadi perusakan.

Baca Juga:  Sering Banjir, Drainase Viaduk Gempol Perlu untuk Normalisasi

PRIGEN, Radar Bromo – Proses ekskavasi temuan candi di punden, Dusun Candi, Desa Sukoreno, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, dinyatakan rampung. Selama lima hari, cukup banyak yang ditemukan. Namun, belum bisa dipastikan dari zaman kerajaan mana.

“Ekskavasi sudah sesuai jadwal. Hanya lima hari dan di lapangan sudah selesai. Berikutnya kami evaluasi dan sampaikan rekomendasi ke Pemda. Kini dalam proses,” ujar Arkeolog dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur Albertus Agung Vidi.

Selama lima hari sejak 15-19 November, ekskavasi dilakukan oleh tim dari BPCB Jawa Timur. Mereka dibantu sejumlah personel dari Jupel Penanggungan dan Korwil Pasuruan. Sejumlah warga sekitar juga turut turun tangan.

Baca Juga:  Khamar Disita dari Toko Kelontong di Pandaan, Pemilik Ditipiring

Albertus mengaku belum dapat menyimpulkan temuan bangunan candi ini berasal dari zaman kerajaan mana. “Belum bisa pastikan sih, kalau kerajaannya. Dilihat dari ragam ornamen yang banyak ditemukan, diduga pembangunan candi ini pada abad 13 dan 14,” katanya.

Selama proses ekskavasi, denah struktur sudah tampak sekitar 70 persen. Kata Albertus, struktur di sisi selatan tampak tujuh lapis setinggi 90 sentimeter. Tujuh lapis itu diisi tiga bentukan pilar. Dua pilar sudut dan satu pilar tengah. Di antara pilar itu ada ornamen bunga.

Di sisi timur juga terdapat tujuh lapis batu dan tampak sebuah pilar sudut tenggara. Serta, terlihat dua ornamen yang sama dengan dinding selatan. Hanya di dinding timur bidang tengah, ada indikasi runtuhan struktur dan lesakan struktur. Di sana ada indikasi perlubangan yang diduga pernah terjadi perusakan.

Baca Juga:  Copoti Banner Jumbo di Tepi Jalan

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru