31.4 C
Probolinggo
Sunday, September 25, 2022

Bujangan di Pandaan Nekat Bunuh Diri dengan Pisau

PANDAAN, Radar BromoKeluarga AK panik bukan main. Mereka menemukan lelaki 38 tahun tersebut tergeletak bersimbah darah. Tubuhnya telentang di dapur. Bujangan asal Kutorejo, Kecamatan Pandaan, itu diketahui nekat menusukkan pisau ke ulu hatinya. Dia tewas seketika.

Senin malam, sekitar pukul 22.00, salah satu anggota keluarga korban masuk ke dapur. Dia curiga. Sebab, kaki AK terlihat menjulur ke lantai dapur.

Ada ceceran darah di sekitar tubuhnya. Terutama di bagian dada. Keluarga pun panik. Mereka segera minta tolong ke tetangga sekitar. Perangkat kelurahan diberi tahu. Ada warga yang kemudian melapor ke Polsek Pandaan.

Menurut Kanitreskrim Polsek Pandaan Iptu Budi Luhur, saat ditemukan keluarganya, AK sudah meninggal. Diketahui korban menusukkan pisau ke ulu hatinya. ”Korban bunuh diri,” terang Budi Luhur.

Perangkat kelurahan setempat bersama Unit Reskrim Polsek Pandaan dan tim Inafis Polres Pasuruan mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Jasad korban diperiksa. Termasuk, dilakukan visum luar untuk memastikan sebab-sebab tewasnya korban. Namun, keluarga menolak dilakukan otopsi.

”Menerima kematian korban,” bebernya.

Petugas lantas mengevakuasi jenazah AK ke RS Bhayangkara, Watukosek, Gempol. Dari TKP, diamankan sebilah pisau dapur yang digunakan korban untuk melakukan bunuh diri.

PANDAAN, Radar BromoKeluarga AK panik bukan main. Mereka menemukan lelaki 38 tahun tersebut tergeletak bersimbah darah. Tubuhnya telentang di dapur. Bujangan asal Kutorejo, Kecamatan Pandaan, itu diketahui nekat menusukkan pisau ke ulu hatinya. Dia tewas seketika.

Senin malam, sekitar pukul 22.00, salah satu anggota keluarga korban masuk ke dapur. Dia curiga. Sebab, kaki AK terlihat menjulur ke lantai dapur.

Ada ceceran darah di sekitar tubuhnya. Terutama di bagian dada. Keluarga pun panik. Mereka segera minta tolong ke tetangga sekitar. Perangkat kelurahan diberi tahu. Ada warga yang kemudian melapor ke Polsek Pandaan.

Menurut Kanitreskrim Polsek Pandaan Iptu Budi Luhur, saat ditemukan keluarganya, AK sudah meninggal. Diketahui korban menusukkan pisau ke ulu hatinya. ”Korban bunuh diri,” terang Budi Luhur.

Perangkat kelurahan setempat bersama Unit Reskrim Polsek Pandaan dan tim Inafis Polres Pasuruan mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Jasad korban diperiksa. Termasuk, dilakukan visum luar untuk memastikan sebab-sebab tewasnya korban. Namun, keluarga menolak dilakukan otopsi.

”Menerima kematian korban,” bebernya.

Petugas lantas mengevakuasi jenazah AK ke RS Bhayangkara, Watukosek, Gempol. Dari TKP, diamankan sebilah pisau dapur yang digunakan korban untuk melakukan bunuh diri.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/