26.9 C
Probolinggo
Sunday, September 25, 2022

Pasang Papan Reklame di Legok Gempol, Huruf Hijaiyah Tewas Kesetrum

GEMPOL, Radar BromoMalang dialami pejuang pencari rupiah ini. Saat tengah bekerja memasang papan reklame di Dusun Panderejo, Desa Legok, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, ia tersengat listrik. Pemuda bernama Huruf Hijaiyah itu pun meninggal dunia.

Tragedi memilukan itu terjadi Kamis malam (11/8). Saat itu, pemuda 28 tahun asal Desa Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates, Kecamatan Jember, ini tengah asyik bekerja. Ia tak sendirian. Ada lima pekerja lain saat itu. Semuanya dari Jember.  

Malam itu, korban Huruf Hijaiyah bersama satu rekannya naik ke atas toko. Keduanya hendak memasang papan reklame di atas atap toko. “Saat itulah, tiba-tiba korban tersengat arus listrik dari besi galvalum yang akan dipasangnya. Korban langsung tewas di lokasi,” ungkap Kanitreskrim Polsek Gempol Iptu Khoirul Anam.

Sengatan listrik itu berakibat fatal. Huruf Hijaiyah langsung meninggal di lokasi kejadian. Posisinya tidur telentang. Sementara rekan korban dan warga lainnya yang mengetahui kejadian itu tak bisa berbuat banyak. Takut ikut tersengat listrik bila langsung dievakuasi.

Teman korban pun menunggu petugas dari PLN dan Polsek Gempol tiba di lokasi kejadian. Akhirnya, jenazah korban berhasil dievakuasi sekitar pukul 21.00. Selanjutnya, jenazah dibawa ke kamar jenazah RS Bhayangkara, Watukosek, Gempol. Tak berselang lama, tim inafis dari Polres Pasuruan didampingi personel Unit Reskrim Polsek Gempol juga tiba.

“Korban mengalami luka bakar pada kaki kanannya dari paha sampai telapak kaki. Juga luka bakar pada kemaluan, kedua telapak kanan, dan telapak kaki kirinya,” kata Khoirul Anam.

Setibanya di rumah sakit, pihak keluarga korban menolak dilakukan otopsi pada jenazah korban. Keluarga menerima kematian korban. Mereka lantas membuat surat pernyataan bermaterai.

Dalam kejadian ini, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti di lokasi kejadian. Di antaranya, satu buah tangga alumunium, satu buah besi galvalum panjang empat meter, dan satu buah bor tangan.

“Penyebab kejadian ini karena kurang kehati-hatian korban. Selain itu, minim penerangan saat melakukan pemasangan papan reklamenya di lokasi,” tutur Khoirul. (zal/mie)

 

GEMPOL, Radar BromoMalang dialami pejuang pencari rupiah ini. Saat tengah bekerja memasang papan reklame di Dusun Panderejo, Desa Legok, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, ia tersengat listrik. Pemuda bernama Huruf Hijaiyah itu pun meninggal dunia.

Tragedi memilukan itu terjadi Kamis malam (11/8). Saat itu, pemuda 28 tahun asal Desa Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates, Kecamatan Jember, ini tengah asyik bekerja. Ia tak sendirian. Ada lima pekerja lain saat itu. Semuanya dari Jember.  

Malam itu, korban Huruf Hijaiyah bersama satu rekannya naik ke atas toko. Keduanya hendak memasang papan reklame di atas atap toko. “Saat itulah, tiba-tiba korban tersengat arus listrik dari besi galvalum yang akan dipasangnya. Korban langsung tewas di lokasi,” ungkap Kanitreskrim Polsek Gempol Iptu Khoirul Anam.

Sengatan listrik itu berakibat fatal. Huruf Hijaiyah langsung meninggal di lokasi kejadian. Posisinya tidur telentang. Sementara rekan korban dan warga lainnya yang mengetahui kejadian itu tak bisa berbuat banyak. Takut ikut tersengat listrik bila langsung dievakuasi.

Teman korban pun menunggu petugas dari PLN dan Polsek Gempol tiba di lokasi kejadian. Akhirnya, jenazah korban berhasil dievakuasi sekitar pukul 21.00. Selanjutnya, jenazah dibawa ke kamar jenazah RS Bhayangkara, Watukosek, Gempol. Tak berselang lama, tim inafis dari Polres Pasuruan didampingi personel Unit Reskrim Polsek Gempol juga tiba.

“Korban mengalami luka bakar pada kaki kanannya dari paha sampai telapak kaki. Juga luka bakar pada kemaluan, kedua telapak kanan, dan telapak kaki kirinya,” kata Khoirul Anam.

Setibanya di rumah sakit, pihak keluarga korban menolak dilakukan otopsi pada jenazah korban. Keluarga menerima kematian korban. Mereka lantas membuat surat pernyataan bermaterai.

Dalam kejadian ini, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti di lokasi kejadian. Di antaranya, satu buah tangga alumunium, satu buah besi galvalum panjang empat meter, dan satu buah bor tangan.

“Penyebab kejadian ini karena kurang kehati-hatian korban. Selain itu, minim penerangan saat melakukan pemasangan papan reklamenya di lokasi,” tutur Khoirul. (zal/mie)

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/