27 C
Probolinggo
Tuesday, March 21, 2023

PLTMH yang Dibangun Paiton Energy-POMI di Plaosan Terangi Dua Dusun

KRUCIL, Radar Bromo-Di zaman yang sudah maju ini, masih terdapat sejumlah kampung di Kabupaten Probolinggo yang belum teraliri listrik. Salah satunya di Desa Plaosan, Kecamatan Krucil.

Seperti masalah pada umumnya, belum masuknya jaringan listrik itu disebabkan kondisi geografis dan akses yang sulit dijangkau jaringan listrik.

Namun, sejak 2019 lalu, aliran listrik mulai menerangi dua Dusun di Desa Plaosan. Yakni, Dusun Mandati dan Dusun Bligaan. Pasokan listrik berasal dari energi terbarukan. Berupa pembangkit listrik tenaga mikrohidro dengan memanfaatkan aliran air dari air tejun Kali Pedati.

Sejauh ini ada sebanyak 14 kepala keluarga (KK) di dua dusun itu yang merasakan manfaatnya. Belasan KK itu, masing-masing mendapatkan total daya sekitar 500 watt. Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) yang dibangun oleh PT Paiton Energy-PT POMI ini juga telah diganjar penghargaan Radar Bromo Awards 2022.

“PLTMH ini, memiliki kapasitas 7 kilowatt atau 7 ribu watt. Disalurkan melalui kabel kepada 14 KK yang dikelola kelompok. Tiap KK,  rata-rata mendapat daya sekitar 500 watt,” ujar  Bambang Jiwantoro, Head of External Realationship PT Paiton Energy.

Baca Juga:  Aktivis Lingkungan Ini Soroti Tumpahan Batu Bara di PLTU Paiton

Bambang mengatakan, pengelolaan dilakukan oleh kelompok agar keberlangsungan tetap terjaga. Serta, untuk mewujudkan peran serta masyarakat dalam pengembangan PLTMH tersebut.

“Bagi daerah terpencil, kehadiran energi terbarukan seperti PLTMH sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Menurutnya, dengan adanya energi listrik banyak sektor yang akan mengalami perkembangan di sebuah desa. Mulai perekonomian, pendidikan hingga memakmurkan rumah ibadah.

“Kami tidak hanya ingin memberi listrik. Tapi, ingin mengubah kehidupan masyarakat. PLTMH ini juga menjadi bagian Rumah Belajar Energi,” jelas Bambang.

Ia mengatakan, sesuai konteks Rumah Belajar Ebergi, PLTMH itu huga dibangun sendiri dengan melibatkan pelajar SMK di Kecamatan Paiton “Sebagai rumah belajar energi, kami harapkan siswa SMA dan SMK bisa belajar disini. Sejauh ini sudah sejumlah siswa yang datang kesini,” terangnya.

Chief Financial Officer PT Paiton Energy, Bayu Widyanto menambahkan, selain berfungsi sebagai penyedia tenaga listrik di Desa Plaosan, PLTMH juga berfungsi sebagai percontohan solusi energi baru terbarukan di Kabupaten Probolinggo.

“Tentunya Perusahaan berharap PLTMH ini dapat menggerakkan roda perekonomian masyarakat di desa terpencil, sekaligus sebagai upaya mitigasi perubahan iklim. Kami juga berharap program ini tetap berlanjut dan dilakukan secara mandiri oleh masyarakat dengan terus menyebarkan ilmu terkait pemanfaatan sumber daya air menjadi energi listrik,” jabarnya.

Baca Juga:  Polisi Kesulitan Ungkap Pelaku karena Minim Saksi-Bukti

Human Resources Manager PT POMI, Rochman Hidayat mengatakan, manfaat yang dirasakan saat ini dengan adanya program Rumah Belajar Energi melalui kehadiran PLTMH di Desa Plaosan adalah listrik yang dihasilkan lebih stabil. “Derah dengan akses terbatas kini sudah teraliri dengan listrik dari pembangunan PLTMH tersebut,” katanya.

Sementara itu, Samin salah satu anggota kelompok PLT. mengatakan, sejak adanya PLTMH tersebut, dua dusun di Desa Plaosan mengalami banyak perubahan dan perkembangan. Kini, mereka juga tidak perlu menyalakan lilin atau lampu pijar untuk menerangi rumahnya.

Alhamdulillah, sangat membantu. Selain untuk penerangan lampu. Sejak ada PLTMH mulaii 2019 lalu, kami juga bisa memakai peralatan elektronik. Diantaranya,  setrika, penanak nasi, televisi hingga mixer untuk kue. Jadi sekarang kami lebih mudah membuat kue,” jelasnya. (uno/mie)

KRUCIL, Radar Bromo-Di zaman yang sudah maju ini, masih terdapat sejumlah kampung di Kabupaten Probolinggo yang belum teraliri listrik. Salah satunya di Desa Plaosan, Kecamatan Krucil.

Seperti masalah pada umumnya, belum masuknya jaringan listrik itu disebabkan kondisi geografis dan akses yang sulit dijangkau jaringan listrik.

Namun, sejak 2019 lalu, aliran listrik mulai menerangi dua Dusun di Desa Plaosan. Yakni, Dusun Mandati dan Dusun Bligaan. Pasokan listrik berasal dari energi terbarukan. Berupa pembangkit listrik tenaga mikrohidro dengan memanfaatkan aliran air dari air tejun Kali Pedati.

Sejauh ini ada sebanyak 14 kepala keluarga (KK) di dua dusun itu yang merasakan manfaatnya. Belasan KK itu, masing-masing mendapatkan total daya sekitar 500 watt. Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) yang dibangun oleh PT Paiton Energy-PT POMI ini juga telah diganjar penghargaan Radar Bromo Awards 2022.

“PLTMH ini, memiliki kapasitas 7 kilowatt atau 7 ribu watt. Disalurkan melalui kabel kepada 14 KK yang dikelola kelompok. Tiap KK,  rata-rata mendapat daya sekitar 500 watt,” ujar  Bambang Jiwantoro, Head of External Realationship PT Paiton Energy.

Baca Juga:  Pedagang Pasar Semampir Di-Rapid Test, Pasar Lainnya Juga Direncanakan

Bambang mengatakan, pengelolaan dilakukan oleh kelompok agar keberlangsungan tetap terjaga. Serta, untuk mewujudkan peran serta masyarakat dalam pengembangan PLTMH tersebut.

“Bagi daerah terpencil, kehadiran energi terbarukan seperti PLTMH sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Menurutnya, dengan adanya energi listrik banyak sektor yang akan mengalami perkembangan di sebuah desa. Mulai perekonomian, pendidikan hingga memakmurkan rumah ibadah.

“Kami tidak hanya ingin memberi listrik. Tapi, ingin mengubah kehidupan masyarakat. PLTMH ini juga menjadi bagian Rumah Belajar Energi,” jelas Bambang.

Ia mengatakan, sesuai konteks Rumah Belajar Ebergi, PLTMH itu huga dibangun sendiri dengan melibatkan pelajar SMK di Kecamatan Paiton “Sebagai rumah belajar energi, kami harapkan siswa SMA dan SMK bisa belajar disini. Sejauh ini sudah sejumlah siswa yang datang kesini,” terangnya.

Chief Financial Officer PT Paiton Energy, Bayu Widyanto menambahkan, selain berfungsi sebagai penyedia tenaga listrik di Desa Plaosan, PLTMH juga berfungsi sebagai percontohan solusi energi baru terbarukan di Kabupaten Probolinggo.

“Tentunya Perusahaan berharap PLTMH ini dapat menggerakkan roda perekonomian masyarakat di desa terpencil, sekaligus sebagai upaya mitigasi perubahan iklim. Kami juga berharap program ini tetap berlanjut dan dilakukan secara mandiri oleh masyarakat dengan terus menyebarkan ilmu terkait pemanfaatan sumber daya air menjadi energi listrik,” jabarnya.

Baca Juga:  PE-POMI Dukung Indonesia Bebas Sampah 2025

Human Resources Manager PT POMI, Rochman Hidayat mengatakan, manfaat yang dirasakan saat ini dengan adanya program Rumah Belajar Energi melalui kehadiran PLTMH di Desa Plaosan adalah listrik yang dihasilkan lebih stabil. “Derah dengan akses terbatas kini sudah teraliri dengan listrik dari pembangunan PLTMH tersebut,” katanya.

Sementara itu, Samin salah satu anggota kelompok PLT. mengatakan, sejak adanya PLTMH tersebut, dua dusun di Desa Plaosan mengalami banyak perubahan dan perkembangan. Kini, mereka juga tidak perlu menyalakan lilin atau lampu pijar untuk menerangi rumahnya.

Alhamdulillah, sangat membantu. Selain untuk penerangan lampu. Sejak ada PLTMH mulaii 2019 lalu, kami juga bisa memakai peralatan elektronik. Diantaranya,  setrika, penanak nasi, televisi hingga mixer untuk kue. Jadi sekarang kami lebih mudah membuat kue,” jelasnya. (uno/mie)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru