24.7 C
Probolinggo
Sunday, November 27, 2022

Waspadai Anomali Cuaca Bisa Sebabkan Bencana Lagi

DRINGU, Radar Bromo – Sepekan belakangan curah hujan turun dengan intensitas cukup tinggi. Anomali cuaca juga terjadi. Kondisi seperti ini membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo terus mewaspadai potensi bencana, khususnya di wilayah rawan.

Kewaspadaan yang dilakukan bukan tanpa alasan. Sebab kondisi cuaca sulit untuk diprediksi. Masyarakat perlu waspada sekaligus melakukan mitigasi resiko bencana yang dapat terjadi.

Staf Pusdalops PB BPBD Kabupaten Probolinggo Silvia Verdiana menyebut, bencana hidrometeorologi masih berpotensi terjadi. Pasalnya sampai dengan akhir Nopember ini, curah hujan mengguyur dengan intensitas tinggi. Kondisi seperti ini diprediksikan akan terjadi sampai dengan akhir tahun mendatang.

“Curah hujan masih cukup tinggi, bencana hidrometeorologi masih mengancam. Karena itulah kami tetap bersiaga,” katanya.

Ia menjelaskan jika pihaknya sampai dengan saat ini masih terus memantau kondisi cuaca. Informasi dan warning dari BMKG tetap menjadi acuan. Setiap harinya petugas selalu melakukan update informasi. Dalam proses update ini jika ada potensi hujan dengan intensitas tinggi, monitoring dan koordinasi di lapangan mulai diintensifkan.

Pihaknya juga memantau kecamatan yang memiliki kerawanan tinggi terjadi bencana hidrometeorologi. Meliputi Kecamatan Pakuniran, Krucil dan Tiris, Pajarakan, Maron, Banyuanyar, Gending, Sumber, Sukapura dan Lumbang.

“Ada wilayah lainnya yang saat ini turut kami pantau, yakni Kecamatan Kraksaan, Besuk, dan Kotaanyar. Sebab potensi bencannya juga tinggi,” ujarnya.

DRINGU, Radar Bromo – Sepekan belakangan curah hujan turun dengan intensitas cukup tinggi. Anomali cuaca juga terjadi. Kondisi seperti ini membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo terus mewaspadai potensi bencana, khususnya di wilayah rawan.

Kewaspadaan yang dilakukan bukan tanpa alasan. Sebab kondisi cuaca sulit untuk diprediksi. Masyarakat perlu waspada sekaligus melakukan mitigasi resiko bencana yang dapat terjadi.

Staf Pusdalops PB BPBD Kabupaten Probolinggo Silvia Verdiana menyebut, bencana hidrometeorologi masih berpotensi terjadi. Pasalnya sampai dengan akhir Nopember ini, curah hujan mengguyur dengan intensitas tinggi. Kondisi seperti ini diprediksikan akan terjadi sampai dengan akhir tahun mendatang.

“Curah hujan masih cukup tinggi, bencana hidrometeorologi masih mengancam. Karena itulah kami tetap bersiaga,” katanya.

Ia menjelaskan jika pihaknya sampai dengan saat ini masih terus memantau kondisi cuaca. Informasi dan warning dari BMKG tetap menjadi acuan. Setiap harinya petugas selalu melakukan update informasi. Dalam proses update ini jika ada potensi hujan dengan intensitas tinggi, monitoring dan koordinasi di lapangan mulai diintensifkan.

Pihaknya juga memantau kecamatan yang memiliki kerawanan tinggi terjadi bencana hidrometeorologi. Meliputi Kecamatan Pakuniran, Krucil dan Tiris, Pajarakan, Maron, Banyuanyar, Gending, Sumber, Sukapura dan Lumbang.

“Ada wilayah lainnya yang saat ini turut kami pantau, yakni Kecamatan Kraksaan, Besuk, dan Kotaanyar. Sebab potensi bencannya juga tinggi,” ujarnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/