24.7 C
Probolinggo
Sunday, November 27, 2022

Plafon Ambrol Kena Gempa, Perbaikan SMPN 4 Pakuniran Butuh Rp 320 Juta

PAKUNIRAN, Radar BromoDinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo langsung mendatangi SMP Negeri 4 Pakuniran yang terdampak gempa. Dari hasil pemantauan, kerusakan plafon sekolah tersebut masuk pada jenis kerusakan sedang. Sehingga, kegiatan belajar mengajar masih dapat dijalankan.

“Alhamdulillah, saat kami ke sana, siswanya masuk semua. Total ada 25 siswa. Untuk kelas 7 yang ambrol itu ada 5 siswa,” terang Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Fathur Rozi melalui Kabid Pembinaan SMP Fakkurozi.

Dinas, menurutnya, berencana merehab kerusakan di sekolah itu melalui APBD 2023. Menurutnya, dibutuhkan anggaran sekitar Rp 320 jutaan untuk rehab kerusakan tersebut.

“Perkiraan anggaran untuk rehab segitu. Itu sudah termasuk memperbaiki ruang kelas yang tak dipakai. Kebetulan, SMPN 4 ini memang masuk salah satu sekolah yang akan direhab tahun depan,” terangnya.

Namun, Fakkurozi bersyukur karena gempa tidak terjadi saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. Sehingga, tidak ada korban jiwa.

“Alhamdulillah tidak ada korban. Sebab, gempa terjadi sore hari saat sekolah tidak ada aktivitas,” terang pria berkacamata tersebut.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 4 Pakuniran Jufrihadi menjelaskan, sekolahnya memang terdampak gempa. Sejumlah plafon sekolah ambrol akibat getaran gempa.

PAKUNIRAN, Radar BromoDinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo langsung mendatangi SMP Negeri 4 Pakuniran yang terdampak gempa. Dari hasil pemantauan, kerusakan plafon sekolah tersebut masuk pada jenis kerusakan sedang. Sehingga, kegiatan belajar mengajar masih dapat dijalankan.

“Alhamdulillah, saat kami ke sana, siswanya masuk semua. Total ada 25 siswa. Untuk kelas 7 yang ambrol itu ada 5 siswa,” terang Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Fathur Rozi melalui Kabid Pembinaan SMP Fakkurozi.

Dinas, menurutnya, berencana merehab kerusakan di sekolah itu melalui APBD 2023. Menurutnya, dibutuhkan anggaran sekitar Rp 320 jutaan untuk rehab kerusakan tersebut.

“Perkiraan anggaran untuk rehab segitu. Itu sudah termasuk memperbaiki ruang kelas yang tak dipakai. Kebetulan, SMPN 4 ini memang masuk salah satu sekolah yang akan direhab tahun depan,” terangnya.

Namun, Fakkurozi bersyukur karena gempa tidak terjadi saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. Sehingga, tidak ada korban jiwa.

“Alhamdulillah tidak ada korban. Sebab, gempa terjadi sore hari saat sekolah tidak ada aktivitas,” terang pria berkacamata tersebut.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 4 Pakuniran Jufrihadi menjelaskan, sekolahnya memang terdampak gempa. Sejumlah plafon sekolah ambrol akibat getaran gempa.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/