24.7 C
Probolinggo
Sunday, November 27, 2022

Dampak Gempa Probolinggo, 5 Bangunan Rusak Ringan, Plafon Sekolah Ambrol

KRAKSAAN, Radar Bromo–Kerusakan akibat gempa bumi berkekuatan 4,1 Magnitudo mulai dilaporkan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo mencatat, lima bangunan rusak ringan akibat gempa yang terjadi pada Rabu (23/11) petang itu.

Pascagempa bumi berkekuatan 4,1 Magnitudo itu, BPBD terus menghimpun informasi sekaligus berkoordinasi dengan pemerintah dan relawan wilayah terdampak. Selama enam jam lebih upaya tersebut dilakukan.

Dari sana diketahui, wilayah yang merasakan gempa cukup luas. Meliputi Kecamatan Paiton, Pakuniran, Kotaanyar, Besuk, Krejengan, Kraksaan, Krucil, Tiris, dan Gending.

“Sejak gempa dirasakan, kami terus menghimpun informasi wilayah terdampak. Ternyata wilayah yang merasakan getaran gempa cukup luas. Setidaknya ada sembilan kecamatan yang merasakan gempa,” kata Staf Pusdalops di PB BPBD Kabupaten Probolinggo Silvia Verdiana.

 

LONGSOR: Seorang warga Desa Tambak Ukir, Kecamatan Kotaanyar menunjukkan sisi bagian dalam rumahnya yang berbatasan dengan TPT longsor.

 

Dari keseluruhan wilayah yang terdampak gempa, ada dua kecamatan yang mengalami kerusakan bangunan, rumah, dan fasilitas pendidikan. Di antaranya, Desa Tambak Ukir, Kecamatan Kotaanyar; terdapat satu tembok penahan tanah (TPT) longsor dan tiga rumah mengalami retak pada bagian lantai dan dinding.

KRAKSAAN, Radar Bromo–Kerusakan akibat gempa bumi berkekuatan 4,1 Magnitudo mulai dilaporkan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo mencatat, lima bangunan rusak ringan akibat gempa yang terjadi pada Rabu (23/11) petang itu.

Pascagempa bumi berkekuatan 4,1 Magnitudo itu, BPBD terus menghimpun informasi sekaligus berkoordinasi dengan pemerintah dan relawan wilayah terdampak. Selama enam jam lebih upaya tersebut dilakukan.

Dari sana diketahui, wilayah yang merasakan gempa cukup luas. Meliputi Kecamatan Paiton, Pakuniran, Kotaanyar, Besuk, Krejengan, Kraksaan, Krucil, Tiris, dan Gending.

“Sejak gempa dirasakan, kami terus menghimpun informasi wilayah terdampak. Ternyata wilayah yang merasakan getaran gempa cukup luas. Setidaknya ada sembilan kecamatan yang merasakan gempa,” kata Staf Pusdalops di PB BPBD Kabupaten Probolinggo Silvia Verdiana.

 

LONGSOR: Seorang warga Desa Tambak Ukir, Kecamatan Kotaanyar menunjukkan sisi bagian dalam rumahnya yang berbatasan dengan TPT longsor.

 

Dari keseluruhan wilayah yang terdampak gempa, ada dua kecamatan yang mengalami kerusakan bangunan, rumah, dan fasilitas pendidikan. Di antaranya, Desa Tambak Ukir, Kecamatan Kotaanyar; terdapat satu tembok penahan tanah (TPT) longsor dan tiga rumah mengalami retak pada bagian lantai dan dinding.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/