24.7 C
Probolinggo
Sunday, November 27, 2022

Kemenag Kab Probolinggo Terima 114 Pelimpahan

KRAKSAAN, Radar Bromo – Hingga November 2022, kantor kementerian agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo menerima 114 pelimpahan haji. Pelimpahan haji tersebut disebabkan beberapa faktor.

Kasi Pelayanan Haji dan Umrah pada Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo Moch Sugianto mengatakan, pelimpahan haji disebabkan salah satunya lantaran CJH meninggal sebelum pemberangkatan. Selain itu, ada CJH yang mengalami sakit sehingga tidak memungkinkan untuk berangkat.

“Dari jumlah itu (114, red), sebagian besarnya karena meninggal dunia. Untuk sakit permanen hampir tidak ada,” ujarnya, Rabu (23/11).

Jika disebabkan karena meningal, kata Sugianto, proses pelimpahannya akan mudah. Berbeda apabila disebabkan oleh sakit permanen. “Karena masih banyak persyaratan yang perlu dipenuhi. Termasuk rekomendasi dokter dari rumah sakit. Pelimpahan jika meninggal, tentu ke keluarganya. Misalnya dilimpahkan ke anaknya,” bebernya.

Dengan adanya hal tersebut, ia meminta kepada CJH yang masih dalam masa tunggu pemberangkatan untuk terus menjaga kesehatannya. Sehingga, jika masanya tiba, CJH tersebut dapat berangkat.

“Jaga kesehatan sampai waktunya nanti bisa menunaikan rukun Islam yang kelima ini,” ujarnya.

Di samping itu, kasus pelimpahan haji bukan hanya terjadi di Kabupaten Probolingo. Sejumlah daerah lainnya juga banyak mendapati kasus ini. Seperti Kabupaten Pasuruan ada 260, Kabupaten Malang 165 dan Jember 206 kasus. Bahkan di Jawa Timur, pelimpahan haji ini sudah mencapai 4.310. (mu/fun)

KRAKSAAN, Radar Bromo – Hingga November 2022, kantor kementerian agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo menerima 114 pelimpahan haji. Pelimpahan haji tersebut disebabkan beberapa faktor.

Kasi Pelayanan Haji dan Umrah pada Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo Moch Sugianto mengatakan, pelimpahan haji disebabkan salah satunya lantaran CJH meninggal sebelum pemberangkatan. Selain itu, ada CJH yang mengalami sakit sehingga tidak memungkinkan untuk berangkat.

“Dari jumlah itu (114, red), sebagian besarnya karena meninggal dunia. Untuk sakit permanen hampir tidak ada,” ujarnya, Rabu (23/11).

Jika disebabkan karena meningal, kata Sugianto, proses pelimpahannya akan mudah. Berbeda apabila disebabkan oleh sakit permanen. “Karena masih banyak persyaratan yang perlu dipenuhi. Termasuk rekomendasi dokter dari rumah sakit. Pelimpahan jika meninggal, tentu ke keluarganya. Misalnya dilimpahkan ke anaknya,” bebernya.

Dengan adanya hal tersebut, ia meminta kepada CJH yang masih dalam masa tunggu pemberangkatan untuk terus menjaga kesehatannya. Sehingga, jika masanya tiba, CJH tersebut dapat berangkat.

“Jaga kesehatan sampai waktunya nanti bisa menunaikan rukun Islam yang kelima ini,” ujarnya.

Di samping itu, kasus pelimpahan haji bukan hanya terjadi di Kabupaten Probolingo. Sejumlah daerah lainnya juga banyak mendapati kasus ini. Seperti Kabupaten Pasuruan ada 260, Kabupaten Malang 165 dan Jember 206 kasus. Bahkan di Jawa Timur, pelimpahan haji ini sudah mencapai 4.310. (mu/fun)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/