30 C
Probolinggo
Sunday, May 28, 2023

Bangun TPT untuk Antisipasi Banjir di Kedungdalem Dringu

Setiap musim hujan, Sungai Kedunggaleng, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, kerap meluap. Luapan banjir ini merupakan kiriman dari wilayah selatan Kabupaten Probolinggo. Akibatnya, sejumlah wilayah di Desa Kedungdalem yang dilintasi sungai ini kebanjiran.

——————————————————————————————————

ADA tiga dusun di Desa Kedungdalem yang kerap kebanjiran jika Sungai Kedunggaleng meluap. Yakni, Dusun Siwalan, Karangdalem, dan Dusun Satrian. Ketinggian air yang masuk permukiman bisa 80 sampai 150 sentimeter. Ada sekitar 800 kepala keluarga yang terdampak

KOMPAK: Kepala Desa Kedungdalem Sumartono (pakai kopiah) bersama perangkat desa. (Foto: Fahrizal Firmani/Jawa Pos Radar Bromo)

Pemerintah desa berusaha mengantisipasi. Salah satunya dengan membangun tembok penahan tanah (TPT) di RW 9/RT 12 Dusun Kademangan. TPT ini sudah digarap sejak awal Februari. Kini sudah rampung. Volumenya sekitar 125 meter persegi.

Baca Juga:  Pemerintah Desa Bimo Salurkan Bantuan Langsung ke Rumah Warga

“TPT ini diharapkan bisa meminimalisasi air yang masuk ke permukiman saat debit Sungai Kedunggaleng tinggi. Sehingga, dampak banjir tidak terlalu tinggi,” ujar Kepala Desa Kedungdalem Sumartono.

Menurutnya, banjir terjadi karena banjir kiriman dari desa lain. Selama ini, pemerintah desa bersama warga kerap bekerja bakti dengan memasang sak berisi pasir di tepian sungai untuk menahan air masuk. Namun, belum mampu menahannya.

Setiap musim hujan, Sungai Kedunggaleng, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, kerap meluap. Luapan banjir ini merupakan kiriman dari wilayah selatan Kabupaten Probolinggo. Akibatnya, sejumlah wilayah di Desa Kedungdalem yang dilintasi sungai ini kebanjiran.

——————————————————————————————————

ADA tiga dusun di Desa Kedungdalem yang kerap kebanjiran jika Sungai Kedunggaleng meluap. Yakni, Dusun Siwalan, Karangdalem, dan Dusun Satrian. Ketinggian air yang masuk permukiman bisa 80 sampai 150 sentimeter. Ada sekitar 800 kepala keluarga yang terdampak

KOMPAK: Kepala Desa Kedungdalem Sumartono (pakai kopiah) bersama perangkat desa. (Foto: Fahrizal Firmani/Jawa Pos Radar Bromo)

Pemerintah desa berusaha mengantisipasi. Salah satunya dengan membangun tembok penahan tanah (TPT) di RW 9/RT 12 Dusun Kademangan. TPT ini sudah digarap sejak awal Februari. Kini sudah rampung. Volumenya sekitar 125 meter persegi.

Baca Juga:  Pemerintah Desa Bimo Salurkan Bantuan Langsung ke Rumah Warga

“TPT ini diharapkan bisa meminimalisasi air yang masuk ke permukiman saat debit Sungai Kedunggaleng tinggi. Sehingga, dampak banjir tidak terlalu tinggi,” ujar Kepala Desa Kedungdalem Sumartono.

Menurutnya, banjir terjadi karena banjir kiriman dari desa lain. Selama ini, pemerintah desa bersama warga kerap bekerja bakti dengan memasang sak berisi pasir di tepian sungai untuk menahan air masuk. Namun, belum mampu menahannya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru