28.7 C
Probolinggo
Monday, February 6, 2023

Layanan Perpustakaan Daerah Harus Bertambah

KRAKSAAN, Radar Bromo – Dinas perpustakaan dan kearsipan (Dispersip) Kabupaten Probolinggo terus berupaya meningkatkan literasi. Tahun ini Dispersip menargetkan kenaikan layanan perpustakaan keliling di 320 lembaga taman baca dan pondok pesantren.

Tingkat literasi di Kabupaten tergolong masih rendah. Terlebih lagi selama pandemi dengan pembatasan aktivitas, tingkat literasi cenderung mengalami penurunan. Nah, saat kondisi mulai pulih harus ada upaya untuk meningkatkan kembali literasi terus dilakukan.

“Literasi yang ada tentunya harus ada peningkatan. Sekarang saatnya kembali menggugah masyarakat dan pelajar untuk gemar berliterasi,” kata kepala bidang pelayanan pengembangan perpustakaan Dispersip Suryana Nuring Perbawani.

Untuk meningkatkan kembali literasi, kata Nuring, tidak hanya dilakukan dengan melengkapi fasilitas yang ada di perpustakaan daerah. Tetapi juga perlu melakukan upaya jemput bola pada lembaga taman baca dan pondok pesantren. Sebab dengan adanya upaya ini masyarakat dan pelajar akan tergugah untuk membaca.

Baca Juga:  Bolos, Lima Siswa Pilih Ngopi dan Terjaring Razia, Disetrap Suruh Hormat

Pada tahun lalu pelayanan perpustakaan keliling telah dilakukan pada 300 lembaga taman baca dan pondok pesantren. Layanan ini dilakukan secara rutin. Sayangnya dalam melakukan upaya tersebut masih ditemukan kendala. Banyak pengelola perpustakaan yang belum kooperatif.

Sementara untuk tahun ini Pihaknya menargetkan bisa memberikan pelayanan di 320 lembaga taman baca dan pondok pesantren. Agar target tersebut dapat tercapai, Dispersip mengerahkan enam armada perpustakaan keliling baik roda empat dan roda tiga.

KRAKSAAN, Radar Bromo – Dinas perpustakaan dan kearsipan (Dispersip) Kabupaten Probolinggo terus berupaya meningkatkan literasi. Tahun ini Dispersip menargetkan kenaikan layanan perpustakaan keliling di 320 lembaga taman baca dan pondok pesantren.

Tingkat literasi di Kabupaten tergolong masih rendah. Terlebih lagi selama pandemi dengan pembatasan aktivitas, tingkat literasi cenderung mengalami penurunan. Nah, saat kondisi mulai pulih harus ada upaya untuk meningkatkan kembali literasi terus dilakukan.

“Literasi yang ada tentunya harus ada peningkatan. Sekarang saatnya kembali menggugah masyarakat dan pelajar untuk gemar berliterasi,” kata kepala bidang pelayanan pengembangan perpustakaan Dispersip Suryana Nuring Perbawani.

Untuk meningkatkan kembali literasi, kata Nuring, tidak hanya dilakukan dengan melengkapi fasilitas yang ada di perpustakaan daerah. Tetapi juga perlu melakukan upaya jemput bola pada lembaga taman baca dan pondok pesantren. Sebab dengan adanya upaya ini masyarakat dan pelajar akan tergugah untuk membaca.

Baca Juga:  Jual-Beli Jabatan, 17 Calon Pj Kades Dituntut 1 Tahun Penjara

Pada tahun lalu pelayanan perpustakaan keliling telah dilakukan pada 300 lembaga taman baca dan pondok pesantren. Layanan ini dilakukan secara rutin. Sayangnya dalam melakukan upaya tersebut masih ditemukan kendala. Banyak pengelola perpustakaan yang belum kooperatif.

Sementara untuk tahun ini Pihaknya menargetkan bisa memberikan pelayanan di 320 lembaga taman baca dan pondok pesantren. Agar target tersebut dapat tercapai, Dispersip mengerahkan enam armada perpustakaan keliling baik roda empat dan roda tiga.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru