28.7 C
Probolinggo
Monday, February 6, 2023

Pantau Tiga Wilayah Rawan Banjir dan Sungai yang Kerap Meluap

PROBOLINGGO, Radar Bromo – Curah hujan dengan intensitas sedang hingga deras terus meningkat di Probolinggo. Bahkan, di Kabupaten Probolinggo hujan turun hampir tiap hari. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo pun terus memantau tiga wilayah yang berpotensi banjir.

Staf Fungsional Penata Kebencanaan Muda di BPBD Kabupaten Probolinggo Nurul Wahyudi menjelaskan, banjir merupakan bencana hidrometeorologi. Biasanya terjadi setelah hujan turun dengan intensitas tinggi dan durasi lama. Sehingga menyebabkan naiknya debit air sungai. Atau meluapnya air karena drainase lingkungan tidak berfungsi secara maksimal.

“Selama musim hujan, potensi bencana hidrometeorologi cukup besar. Ada beberapa bencana yang dapat ditimbulkan, salah satunya banjir,” katanya.

Baca Juga:  Atap Rumah Pemuda Yatim-Piatu di Gading Ambruk usai Angin
TERGENANG: Seorang warga Kelurahan Patokan, Kecamatan Kraksaan menunggu banjir surut di depan rumahnya. Bencana banjir hingga kini masih terus mengintai. (Foto: Achmad Arianto/Jawa Pos Radar Bromo)

Berdasarkan kejadian di tahun-tahun sebelumnya, pihaknya pun telah memetakan beberapa wilayah yang berpotensi banjir. Di antaranya, Kecamatan Dringu, Gending, dan Kraksaan.

Banjir genangan akibat luapan air sungai pernah terjadi di tiga wilayah ini. Sebelumnya, penyebabnya karena turun hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama di dataran tinggi yang menjadi hulu sungai.

PROBOLINGGO, Radar Bromo – Curah hujan dengan intensitas sedang hingga deras terus meningkat di Probolinggo. Bahkan, di Kabupaten Probolinggo hujan turun hampir tiap hari. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo pun terus memantau tiga wilayah yang berpotensi banjir.

Staf Fungsional Penata Kebencanaan Muda di BPBD Kabupaten Probolinggo Nurul Wahyudi menjelaskan, banjir merupakan bencana hidrometeorologi. Biasanya terjadi setelah hujan turun dengan intensitas tinggi dan durasi lama. Sehingga menyebabkan naiknya debit air sungai. Atau meluapnya air karena drainase lingkungan tidak berfungsi secara maksimal.

“Selama musim hujan, potensi bencana hidrometeorologi cukup besar. Ada beberapa bencana yang dapat ditimbulkan, salah satunya banjir,” katanya.

Baca Juga:  Dua Desa di Dringu Kembali Banjir, Plengsengan Retak, Tanggul Jebol
TERGENANG: Seorang warga Kelurahan Patokan, Kecamatan Kraksaan menunggu banjir surut di depan rumahnya. Bencana banjir hingga kini masih terus mengintai. (Foto: Achmad Arianto/Jawa Pos Radar Bromo)

Berdasarkan kejadian di tahun-tahun sebelumnya, pihaknya pun telah memetakan beberapa wilayah yang berpotensi banjir. Di antaranya, Kecamatan Dringu, Gending, dan Kraksaan.

Banjir genangan akibat luapan air sungai pernah terjadi di tiga wilayah ini. Sebelumnya, penyebabnya karena turun hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama di dataran tinggi yang menjadi hulu sungai.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru