28.7 C
Probolinggo
Monday, February 6, 2023

Siapkan Alat Peraga Kampanye untuk Pencegahan Penyakit LSD Ternak

KRAKSAAN, Radar Bromo – Penyakit lumpy skin disease (LSD) mulai diantisipasi Pemkab Probolinggo. Ajakan untuk melakukan pencegahan LSD terhadap hewan ternak mulai didengungkan. Pemkab juga sudah mulai menyiapkan alat peraga kampanye (APK).

Kepala bidang kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat veteriner Nikolas Nuryulianto mengatakan, pihaknya sudah mengajukan nota dinas kepada wakil bupati untuk pengadaan APK pencegahan LSD. “Misal nanti anggarannya sudah ada, akan kami pasang banner di setiap tempat transaksi hewan. Banner berisi ajakan dan tata cara mengantisi agar terhindar dari LSD,” bebernya.

Selain nota dinas, pihaknya juga telah mengirim nota dinas kepada pihak kepolisian maupun TNI. Hal tersebut terkait dengan lalu lintas ternak. Sebab, salah satu penyebaran penyakit LSD ini dapat dilakukan melalui lalu lintas ternak.

Baca Juga:  Informasikan Tracing-Testing Covid-19 Cepat dengan Si Ting-Ting

“Kami juga me-warning petugas di kecamatan agar dapat memberikan sosialisasi kepada peternak bagaimana cara mengantisipasi. Termasuk apabila ada sapi yang sakit dan memiliki ciri-ciri LSD, maka harus dan segera dilaporkan ke kami,” jelasnya.

Antisipasi terhadap penyakit yang muncul dari Afrika ini dapat dilakukan dengan tetap menjaga sanitasi kandang. Sehingga penyebab potensi terjangkitnya LSD dapat dicegah. “Selain vaksinasi, bisa dilakukan dengan hal tersebut,” katanya. (mu/fun)

KRAKSAAN, Radar Bromo – Penyakit lumpy skin disease (LSD) mulai diantisipasi Pemkab Probolinggo. Ajakan untuk melakukan pencegahan LSD terhadap hewan ternak mulai didengungkan. Pemkab juga sudah mulai menyiapkan alat peraga kampanye (APK).

Kepala bidang kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat veteriner Nikolas Nuryulianto mengatakan, pihaknya sudah mengajukan nota dinas kepada wakil bupati untuk pengadaan APK pencegahan LSD. “Misal nanti anggarannya sudah ada, akan kami pasang banner di setiap tempat transaksi hewan. Banner berisi ajakan dan tata cara mengantisi agar terhindar dari LSD,” bebernya.

Selain nota dinas, pihaknya juga telah mengirim nota dinas kepada pihak kepolisian maupun TNI. Hal tersebut terkait dengan lalu lintas ternak. Sebab, salah satu penyebaran penyakit LSD ini dapat dilakukan melalui lalu lintas ternak.

Baca Juga:  DAK Pariwisata Kab Probolinggo Dikembalikan Rp 5 M

“Kami juga me-warning petugas di kecamatan agar dapat memberikan sosialisasi kepada peternak bagaimana cara mengantisipasi. Termasuk apabila ada sapi yang sakit dan memiliki ciri-ciri LSD, maka harus dan segera dilaporkan ke kami,” jelasnya.

Antisipasi terhadap penyakit yang muncul dari Afrika ini dapat dilakukan dengan tetap menjaga sanitasi kandang. Sehingga penyebab potensi terjangkitnya LSD dapat dicegah. “Selain vaksinasi, bisa dilakukan dengan hal tersebut,” katanya. (mu/fun)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru