28.7 C
Probolinggo
Monday, February 6, 2023

Nelayan Perlu Miliki Sertifikat Kecakapan Agar Paham Navigasi-Teknik

DRINGU, Radar Bromo – Risiko nelayan saat melaut di perairan begitu tinggi. Pengetahuan nelayan tentang pelayaran atau navigasi kapal perikanan dan operasional penangkapan ikan saat ini masih cukup minim. Perlu ada peningkatan yang harus dilakukan agar keselamatan nelayan lebih terjaga.

Kepala Bidang Perikanan Tangkap Diskan Kabupaten Probolinggo Hari Pur Sulistiono mengatakan, kompetensi nelayan melalui sertifikasi kecakapan nelayan sebagai syarat untuk bekerja di laut perlu diperhatikan. Pelayaran atau navigasi kapal perikanan dan operasional penangkapan ikan. Serta keselamatan kerja dan pertolongan pertama apabila terjadi kecelakaan di laut perlu ditingkatkan.

“Sertifikasi kecakapan nelayan ini merupakan sesuatu yang baru dari Kementerian Kelautan dan Perikanan RI. Kalau dulu surat keterangan kecakapan (SKK). Dengan adanya aturan yang baru maka berganti nama menjadi sertifikat kecakapan nelayan (SKN). Khususnya untuk nelayan yang memiliki kapal di bawah 5 GT,” ujarnya.

Baca Juga:  Kuota Sertifikat Tanah Nelayan Turun, Tahun Depan Cuma Segini

Ia menjelaskan khusus untuk nelayan yang kecil, ini merupakan sesuatu yang baru. Sebab sebelumnya mereka tidak memiliki pengetahuan tentang SKN. Pemahaman tersebut hanya dapat dilakukan dengan bimbingan teknis.

Dengan demikian nelayan dapat mengetahui tentang bagaimana cara menentukan arah navigasi di laut. Serta teknik pengangkatan ikan yang benar, nelayan bisa memahami hal-hal yang dilakukan dan dibutuhkan untuk keselamatan kerja di laut. Selain itu SKN ini merupakan salah satu upaya mencegah terjadinya illegal fishing untuk mengetahui kapal-kapal yang tidak berizin.

“Saat ini armada 5 GT ke bawah mulai dari Tongas hingga Paiton ada sekitar 2.200 kapal. Satu kapal bisa berisi 6 hingga 7 orang. Mudah-mudahan ke depan semua nelayan memiliki SKN,” pungkasnya. (ar/fun)

Baca Juga:  Razia Anjal di Kolong Jembatan Kraksaan Wetan, Satpol PP Temukan Ini

DRINGU, Radar Bromo – Risiko nelayan saat melaut di perairan begitu tinggi. Pengetahuan nelayan tentang pelayaran atau navigasi kapal perikanan dan operasional penangkapan ikan saat ini masih cukup minim. Perlu ada peningkatan yang harus dilakukan agar keselamatan nelayan lebih terjaga.

Kepala Bidang Perikanan Tangkap Diskan Kabupaten Probolinggo Hari Pur Sulistiono mengatakan, kompetensi nelayan melalui sertifikasi kecakapan nelayan sebagai syarat untuk bekerja di laut perlu diperhatikan. Pelayaran atau navigasi kapal perikanan dan operasional penangkapan ikan. Serta keselamatan kerja dan pertolongan pertama apabila terjadi kecelakaan di laut perlu ditingkatkan.

“Sertifikasi kecakapan nelayan ini merupakan sesuatu yang baru dari Kementerian Kelautan dan Perikanan RI. Kalau dulu surat keterangan kecakapan (SKK). Dengan adanya aturan yang baru maka berganti nama menjadi sertifikat kecakapan nelayan (SKN). Khususnya untuk nelayan yang memiliki kapal di bawah 5 GT,” ujarnya.

Baca Juga:  BPBD Prediksi Kemarau Basah Masih Berlangsung

Ia menjelaskan khusus untuk nelayan yang kecil, ini merupakan sesuatu yang baru. Sebab sebelumnya mereka tidak memiliki pengetahuan tentang SKN. Pemahaman tersebut hanya dapat dilakukan dengan bimbingan teknis.

Dengan demikian nelayan dapat mengetahui tentang bagaimana cara menentukan arah navigasi di laut. Serta teknik pengangkatan ikan yang benar, nelayan bisa memahami hal-hal yang dilakukan dan dibutuhkan untuk keselamatan kerja di laut. Selain itu SKN ini merupakan salah satu upaya mencegah terjadinya illegal fishing untuk mengetahui kapal-kapal yang tidak berizin.

“Saat ini armada 5 GT ke bawah mulai dari Tongas hingga Paiton ada sekitar 2.200 kapal. Satu kapal bisa berisi 6 hingga 7 orang. Mudah-mudahan ke depan semua nelayan memiliki SKN,” pungkasnya. (ar/fun)

Baca Juga:  Konsep Alun-Alun Kraksaan Diubah, Tanaman Perindangan Ditambah

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru