25.6 C
Probolinggo
Tuesday, October 4, 2022

Sapi Warga Desa Rejing di Tiris Dicuri, Ditemukan di Desa Pesawahan

TIRIS, Radar Bromo – Meredanya wabah penyakit kuku dan mulut (PMK) baru saja disyukuri peternak. Tetapi peternak harus kembali menghadapi ancaman lama yakni pencurian sapi. Seperti yang terjadi Rabu (17/8) dini hari. Kawanan maling membobol kandang sapi milik Sunum, 60, warga Dusun Gembor, Desa Rejing. Satu ekor sapi berhasil dibawa kabur. Untungnya, sapi masih ditemukan di Desa Pesawahan, yang jaraknya 15 kilometer dari kandang.

Sebelum kejadian, Selasa (16/8) malam, Sunum sempat memberikan pakan pada sapi miliknya. Setelah itu dia lalu beristirahat di rumahnya. Kandang berada di sisi sebelah utara, sementara rumah berada di sisi sebelah selatan.

Rabu (17/8) sekitar pukul 02.00, Sunum terbangun. Dia lalu mengecek kandang yang ada belakang rumah. Benar saja, kandang yang memiliki pintu berada di sisi timur tersebut telah terbuka. Sementara sapi sudah tidak ada di dalam kandang.

Sunum segera mengabari perangkat desa. Perangkat desa lalu berkumpul. Selanjutnya membagi beberapa wilayah pencarian. Pencarian kemudian dilakukan ke seluruh penjuru desa. Tidak menemukan petunjuk akhirnya pencarian diperluas hingga ke desa lain yang bersebelahan.

“Mungkin ada sekitar 6–8 kelompok yang beranggotakan 10 orang kemudian menyebar. Melakukan penyisiran pencarian jejak kaki sapi,” kata Rusdianto, Perangkat Desa Rejing.

Pencarian awal dilakukan dengan menyisir ruas jalan Desa Tegalwatu, Pedagangan, dan Sentulan Kecamatan Tiris. Sayangnya hingga siang hari pencarian tidak membuahkan hasil.

TIRIS, Radar Bromo – Meredanya wabah penyakit kuku dan mulut (PMK) baru saja disyukuri peternak. Tetapi peternak harus kembali menghadapi ancaman lama yakni pencurian sapi. Seperti yang terjadi Rabu (17/8) dini hari. Kawanan maling membobol kandang sapi milik Sunum, 60, warga Dusun Gembor, Desa Rejing. Satu ekor sapi berhasil dibawa kabur. Untungnya, sapi masih ditemukan di Desa Pesawahan, yang jaraknya 15 kilometer dari kandang.

Sebelum kejadian, Selasa (16/8) malam, Sunum sempat memberikan pakan pada sapi miliknya. Setelah itu dia lalu beristirahat di rumahnya. Kandang berada di sisi sebelah utara, sementara rumah berada di sisi sebelah selatan.

Rabu (17/8) sekitar pukul 02.00, Sunum terbangun. Dia lalu mengecek kandang yang ada belakang rumah. Benar saja, kandang yang memiliki pintu berada di sisi timur tersebut telah terbuka. Sementara sapi sudah tidak ada di dalam kandang.

Sunum segera mengabari perangkat desa. Perangkat desa lalu berkumpul. Selanjutnya membagi beberapa wilayah pencarian. Pencarian kemudian dilakukan ke seluruh penjuru desa. Tidak menemukan petunjuk akhirnya pencarian diperluas hingga ke desa lain yang bersebelahan.

“Mungkin ada sekitar 6–8 kelompok yang beranggotakan 10 orang kemudian menyebar. Melakukan penyisiran pencarian jejak kaki sapi,” kata Rusdianto, Perangkat Desa Rejing.

Pencarian awal dilakukan dengan menyisir ruas jalan Desa Tegalwatu, Pedagangan, dan Sentulan Kecamatan Tiris. Sayangnya hingga siang hari pencarian tidak membuahkan hasil.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/