31.4 C
Probolinggo
Sunday, September 25, 2022

Banyak Sapi Milik Peternak Probolinggo yang Dijual usai Divaksin

DRINGU, Radar Bromo – Perluasan vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) terhadap ternak di Kabupaten Probolinggo, terus dilakukan. Realisasinya mencapai lipat dua dari target. Ternyata, hal ini dipengaruhi banyaknya sapi yang dijual usai divaksin.

Penyuntikan vaksin dosis pertama sudah rampung. Dari target 9.000 dosis, telah dianggap selesai sampai 8.817 dosis. Setelah mendapatkan vaksin dosis kedua 10.000 dosis, Dinas Pertanian merencanakan 9.000 dosis untuk vaksinasi dosis kedua. Selebihnya untuk perluasan. Namun, realisasi lebih dari yang ditargetkan.

“Untuk perluasan sampai Selasa (16/8), mencapai 2.055 dosis. Lebih dari yang direncanakan sebelumnya,” ujar Medik Veteriner Muda Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo, Nikolas Nuryulianto.

Ia mengatakan, capaian target terjadi karena saat melakukan vaksinasi dosis kedua, bahwa sapi yang sebelumnya telah disuntik dosis pertama, sudah dijual. Karena itu, pihaknya menggunakan vaksin yang sejatinya untuk dosis kedua untuk perluasan vaksinasi dengan sasaran sapi yang belum disuntik.

“Saat petugas di lapangan hendak merevaksinasi, ternyata sapinya sudah dijual. Tentu jatah itu dimaksimalkan dengan perluasan,” katanya.

Sementara itu, percepatan vaksinasi dosis kedua terus dilakukan. Sampai Selasa (16/8), realisasi target telah mencapai 3.553 dosis. Penyuntikan vaksin dirasa sudah sesuai. Sebab, pelaksanaan penyuntikan menyesuaikan masa suntik vaksin, minimal 4 minggu setelah dosis satu.

DRINGU, Radar Bromo – Perluasan vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) terhadap ternak di Kabupaten Probolinggo, terus dilakukan. Realisasinya mencapai lipat dua dari target. Ternyata, hal ini dipengaruhi banyaknya sapi yang dijual usai divaksin.

Penyuntikan vaksin dosis pertama sudah rampung. Dari target 9.000 dosis, telah dianggap selesai sampai 8.817 dosis. Setelah mendapatkan vaksin dosis kedua 10.000 dosis, Dinas Pertanian merencanakan 9.000 dosis untuk vaksinasi dosis kedua. Selebihnya untuk perluasan. Namun, realisasi lebih dari yang ditargetkan.

“Untuk perluasan sampai Selasa (16/8), mencapai 2.055 dosis. Lebih dari yang direncanakan sebelumnya,” ujar Medik Veteriner Muda Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo, Nikolas Nuryulianto.

Ia mengatakan, capaian target terjadi karena saat melakukan vaksinasi dosis kedua, bahwa sapi yang sebelumnya telah disuntik dosis pertama, sudah dijual. Karena itu, pihaknya menggunakan vaksin yang sejatinya untuk dosis kedua untuk perluasan vaksinasi dengan sasaran sapi yang belum disuntik.

“Saat petugas di lapangan hendak merevaksinasi, ternyata sapinya sudah dijual. Tentu jatah itu dimaksimalkan dengan perluasan,” katanya.

Sementara itu, percepatan vaksinasi dosis kedua terus dilakukan. Sampai Selasa (16/8), realisasi target telah mencapai 3.553 dosis. Penyuntikan vaksin dirasa sudah sesuai. Sebab, pelaksanaan penyuntikan menyesuaikan masa suntik vaksin, minimal 4 minggu setelah dosis satu.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/