26.9 C
Probolinggo
Sunday, September 25, 2022

Rumah Warga di Banyuanyar Ambruk usai Diguyur Hujan

BANYUANYAR, Radar Bromo – Hujan yang masih turun di musim kemarau ini, berpotensi menjadi bencana. Seperti Sabtu (13/8) lalu. Meski hujan dengan intensitas sedang turun, sebuah rumah milik warga di Dusun Kramat, Desa Tarokan, Kecamatan Banyuanyar, ambruk. Beruntungnya tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Rumah warga yang ambruk tersebut diketahui milik Saniwi 50. Sebagian rumahnya ambruk sekitar pukul 21.42.

“Sebelumnya hujan mulai turun sejak pukul 14.30. Intensitasnya cukup deras dan sampai larut malam. Sekitar pukul 21.42 kalau rumah Pak Saniwi roboh,” beber Sekretaris Desa (Sekdes) Tarokan Darip, Minggu (14/8).

Ia mengatakan, tidak seluruh rumah mlik Saniwi ambruk. Melainkan hanya bagian samping barat rumahnya. Diduga penyebabnya lantaran tanah yang berada di lokasi tidak dapat menahan guyuran hujan yang terjadi sebelumnya.

“Tanahnya gembur. Jadi ambruk. Tidak seluruh rumah, hanya bagian samping. Rumah utamanya baik-baik saja. Jadi penyebabnya karena tanahnya tidak kuat menahan tiang samping rumahnya, sehingga ambruk,” ujarnya.

Beruntung saat kejadian pemilik rumah menurutnya tidak sedang berada di bagian samping rumahnya yang ambruk. Sehingga, pemilik rumah berhasil selamat dalam kejadian tersebut.

“Pemilik rumah ada di dalam rumahnya. Sehingga, aman. Tidak ada korban jiwa,” bebernya.

BANYUANYAR, Radar Bromo – Hujan yang masih turun di musim kemarau ini, berpotensi menjadi bencana. Seperti Sabtu (13/8) lalu. Meski hujan dengan intensitas sedang turun, sebuah rumah milik warga di Dusun Kramat, Desa Tarokan, Kecamatan Banyuanyar, ambruk. Beruntungnya tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Rumah warga yang ambruk tersebut diketahui milik Saniwi 50. Sebagian rumahnya ambruk sekitar pukul 21.42.

“Sebelumnya hujan mulai turun sejak pukul 14.30. Intensitasnya cukup deras dan sampai larut malam. Sekitar pukul 21.42 kalau rumah Pak Saniwi roboh,” beber Sekretaris Desa (Sekdes) Tarokan Darip, Minggu (14/8).

Ia mengatakan, tidak seluruh rumah mlik Saniwi ambruk. Melainkan hanya bagian samping barat rumahnya. Diduga penyebabnya lantaran tanah yang berada di lokasi tidak dapat menahan guyuran hujan yang terjadi sebelumnya.

“Tanahnya gembur. Jadi ambruk. Tidak seluruh rumah, hanya bagian samping. Rumah utamanya baik-baik saja. Jadi penyebabnya karena tanahnya tidak kuat menahan tiang samping rumahnya, sehingga ambruk,” ujarnya.

Beruntung saat kejadian pemilik rumah menurutnya tidak sedang berada di bagian samping rumahnya yang ambruk. Sehingga, pemilik rumah berhasil selamat dalam kejadian tersebut.

“Pemilik rumah ada di dalam rumahnya. Sehingga, aman. Tidak ada korban jiwa,” bebernya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/