26.9 C
Probolinggo
Sunday, September 25, 2022

Ketika Plt Bupati Probolinggo dan Istri Bergaya di Atas Catwalk

KRAKSAAN, Radar Bromo – Tidak hanya diikuti kepala OPD dan camat. Gebyar Fesyen Merah Putih memperingati HUT ke-77 Kemerdekaan RI juga diikuti Plt Bupati Probolinggo Timbul Prihanjoko. Melenggang di atas catwalk, dia ditemani istri, Ny. Nunung Timbul Prihanjoko.

Joko –panggilannya- pun mengenakan batik sarimbit bersama istri. Sabtu (13/8) sore itu, keduanya melenggak-lenggok dengan batik motif ‘Sayap Ratu’ karya Dewi Rengganis di Gedung Islamic Center (GIC) Kota Kraksaan.

Rusyami pemilik Batik Dewi Rengganis menjelaskan, motif sayap ratu mengandung filosofi kepemimpinan. Artinya, pemimpin harus memegang teguh sumpah jabatannya.

“Pemimpin juga harus amanah dalam menjalankan tanggung jawab dan kewajibannya. Sehingga, memiliki pesona dan daya tarik bagi rakyatnya,” katanya.

Batik Sayap Ratu ini didesain dengan warna dominan biru dongker. Rusyami juga memberikan sentuhan kuno dalam motif batik ini. Ada gambar gulungan kertas yang identik dengan pemimpin atau raja di masa lalu. Sehingga, memperkuat  batik motif Sayap Ratu yang memiliki filosofi kepemimpinan.

Kegiatan itu merupakan salah satu rangkaian memperingati HUT ke-77 Kemerdekaan RI yang digelar Pemkab Probolinggo. Dalam gebyar itu, masing-masing peserta tampil bersama pasangan dengan memakai batik.

Para perajin batik yang tergabung dalam Adikarya Perajin Batik, Bordir, dan Asesoris (APBBA) Kabupaten Probolinggo juga membuat stan rumah batik di gedung setempat. Bahkan, batik yang di-display itu spontan diserbu sejumlah kepala OPD dan camat. Lalu, kain batik yang dibeli itu langsung diperagakan dalam gebyar tersebut.

KRAKSAAN, Radar Bromo – Tidak hanya diikuti kepala OPD dan camat. Gebyar Fesyen Merah Putih memperingati HUT ke-77 Kemerdekaan RI juga diikuti Plt Bupati Probolinggo Timbul Prihanjoko. Melenggang di atas catwalk, dia ditemani istri, Ny. Nunung Timbul Prihanjoko.

Joko –panggilannya- pun mengenakan batik sarimbit bersama istri. Sabtu (13/8) sore itu, keduanya melenggak-lenggok dengan batik motif ‘Sayap Ratu’ karya Dewi Rengganis di Gedung Islamic Center (GIC) Kota Kraksaan.

Rusyami pemilik Batik Dewi Rengganis menjelaskan, motif sayap ratu mengandung filosofi kepemimpinan. Artinya, pemimpin harus memegang teguh sumpah jabatannya.

“Pemimpin juga harus amanah dalam menjalankan tanggung jawab dan kewajibannya. Sehingga, memiliki pesona dan daya tarik bagi rakyatnya,” katanya.

Batik Sayap Ratu ini didesain dengan warna dominan biru dongker. Rusyami juga memberikan sentuhan kuno dalam motif batik ini. Ada gambar gulungan kertas yang identik dengan pemimpin atau raja di masa lalu. Sehingga, memperkuat  batik motif Sayap Ratu yang memiliki filosofi kepemimpinan.

Kegiatan itu merupakan salah satu rangkaian memperingati HUT ke-77 Kemerdekaan RI yang digelar Pemkab Probolinggo. Dalam gebyar itu, masing-masing peserta tampil bersama pasangan dengan memakai batik.

Para perajin batik yang tergabung dalam Adikarya Perajin Batik, Bordir, dan Asesoris (APBBA) Kabupaten Probolinggo juga membuat stan rumah batik di gedung setempat. Bahkan, batik yang di-display itu spontan diserbu sejumlah kepala OPD dan camat. Lalu, kain batik yang dibeli itu langsung diperagakan dalam gebyar tersebut.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/