29.8 C
Probolinggo
Monday, June 5, 2023

118 SD di Kab Probolinggo Masih Belajar Multigrade

KRAKSAAN, Radar Bromo – Kondisi 118 sekolah dasar (SD) di Kabupaten Probolinggo dinilai belum ideal untuk menggelar pembelajaran normal. Karena itu, diberlakukan pembelajaran dengan cara multigrade atau kelas rangkap di 118 SD itu.

Jumlah itu tersebar di 24 kecamatan yang ada di Kabupaten Probolinggo. Di Kecamatan Gading misalnya, ada 11 SD. Di antaranya, SDN Kaliacar 1, SDN Condong III, dan SDN Bulupandak. Lalu di Kecamatan Sukapura ada delapan sekolah. Di antaranya, SDN Sapikerep III, SD Islam Nurul Hikmah As-Sholeh, dan SDN Wonokerto II.

Kabid Pembinaan SD di Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo Sri Agus Indaryati mengatakan, multigrade adalah pembelajaran yang menggabungkan siswa beberapa kelas di ruangan yang sama. Minimal menggabungkan siswa dari dua kelas. Misalnya, kelas 1 dan 2.

Baca Juga:  Semarak Peringatan Milad 71 TK ABA 1 Kota Probolinggo

“Ada 118 sekolah yang saat ini belum dikatakan ideal. Karenanya, diberlakukan multigrade,” terangnya.

Tujuannya, untuk efektivitas dalam pembelajaran. Namun, multigrade tidak bisa serta merta dilakukan. Sebab, harus memenuhi beberapa syarat.

Di antaranya, jumlah siswa sedikit atau siswa tinggal di permukiman yang jarang penduduknya. Lalu, sekolah kekurangan jumlah guru, terutama di daerah-daerah terpencil. Kemudian, keberadaan ruang kelas terbatas. Sehingga tidak cukup menampung semua rombongan belajar yang ada.

Tidak hanya itu, ada alasan lain yang menjadi dasar pemberlakuan multigrade di sebuah sekolah. Seperti, lokasi sekolah sulit dijangkau, sarana transportasi terbatas, dan jarak permukiman penduduk berjauhan. Dan yang paling penting, sekolah mengizinkan penyelenggaraan multigrade atau kelas rangkap sebagai pilihan strategi pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

Baca Juga:  PT PJB UP Paiton Dukung Perkembangan Batik Kab Probolinggo

KRAKSAAN, Radar Bromo – Kondisi 118 sekolah dasar (SD) di Kabupaten Probolinggo dinilai belum ideal untuk menggelar pembelajaran normal. Karena itu, diberlakukan pembelajaran dengan cara multigrade atau kelas rangkap di 118 SD itu.

Jumlah itu tersebar di 24 kecamatan yang ada di Kabupaten Probolinggo. Di Kecamatan Gading misalnya, ada 11 SD. Di antaranya, SDN Kaliacar 1, SDN Condong III, dan SDN Bulupandak. Lalu di Kecamatan Sukapura ada delapan sekolah. Di antaranya, SDN Sapikerep III, SD Islam Nurul Hikmah As-Sholeh, dan SDN Wonokerto II.

Kabid Pembinaan SD di Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo Sri Agus Indaryati mengatakan, multigrade adalah pembelajaran yang menggabungkan siswa beberapa kelas di ruangan yang sama. Minimal menggabungkan siswa dari dua kelas. Misalnya, kelas 1 dan 2.

Baca Juga:  Apdesi Berharap Tidak Ada Kecurangan di Pilkades Serentak 2019

“Ada 118 sekolah yang saat ini belum dikatakan ideal. Karenanya, diberlakukan multigrade,” terangnya.

Tujuannya, untuk efektivitas dalam pembelajaran. Namun, multigrade tidak bisa serta merta dilakukan. Sebab, harus memenuhi beberapa syarat.

Di antaranya, jumlah siswa sedikit atau siswa tinggal di permukiman yang jarang penduduknya. Lalu, sekolah kekurangan jumlah guru, terutama di daerah-daerah terpencil. Kemudian, keberadaan ruang kelas terbatas. Sehingga tidak cukup menampung semua rombongan belajar yang ada.

Tidak hanya itu, ada alasan lain yang menjadi dasar pemberlakuan multigrade di sebuah sekolah. Seperti, lokasi sekolah sulit dijangkau, sarana transportasi terbatas, dan jarak permukiman penduduk berjauhan. Dan yang paling penting, sekolah mengizinkan penyelenggaraan multigrade atau kelas rangkap sebagai pilihan strategi pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

Baca Juga:  Bapelitbangda Kab Probolinggo Gelar Musrenbang RKPD 2024, Ini Fokusnya

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru