26.9 C
Probolinggo
Sunday, September 25, 2022

Target Retribusi Pasar Hewan Belum Capai Separo

DRINGU, Radar Bromo –  Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang pada ternak berdampak pada jumlah merosotnya pedagang pasar hewan. Hingga Kamis (11/8) capaian retribusi pasar hewan masih belum mencapai separo target.

“Sampai saat ini masih cukup terdampak. Pasar hewan sepi. Dari  target Rp 500 juta, masih tercapai Rp 147,7 juta,” kata Staf Fungsional Bidang Perdagangan DKUPP Kabupaten Probolinggo, Aditya Arya Guntoro.

Capaian tersebut diluar harapan. Sebab pihaknya menargetkan jika setiap bulannya mampu memperoleh retribusi sampai Rp 40 juta. Namun sampai dengan saat ini masih belum dapat diwujudkan.

Sepinya pedagang dirasakan pada tujuh pasar hewan yang ada. Meliputi Pasar Hewan Kecamatan Banyuanyar; Pasar Hewan Kecamatan Maron; Pasar Hewan Kecamatan Leces; Pasar Hewan Muneng, Kecamatan Sumberasih; Pasar Hewan Tambak Rejo, Kecamatan Tongas; Pasar Hewan Bucor, Kecamatan Pakuniran dan Pasar Hewan Kecamatan Besuk.

“Aktivitas pasar hewan memang tidak seperti biasanya. Nampak menurun. Bisa jadi pedagang takut karena ada PMK. Sekarang pun masih belum stabil,” ungkapnnya.

Untuk memulihkan kondisi seperti sediakala, pihaknya berkoordinasi dengan OPD terkait lainnya untuk pencegahan dan penanganan PMK. Peningkatan vaksinasi kepada ternak yang saat ini tengah dilakukan. Diharapkan menjadi solusi, sehingga secara bertahap dapat mengembalikan kondisi pasar.

“Koordinasi pencegahan dan penanganan terus kami lakukan. Jika upaya tersebut dapat dilakukan dengan maksimal, kami optimistis kondisi pasar hewan akan kembali normal. Jika sudah normal, target yang sudah dibebankan dapat tercapai,” tandasnya. (ar/fun)

DRINGU, Radar Bromo –  Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang pada ternak berdampak pada jumlah merosotnya pedagang pasar hewan. Hingga Kamis (11/8) capaian retribusi pasar hewan masih belum mencapai separo target.

“Sampai saat ini masih cukup terdampak. Pasar hewan sepi. Dari  target Rp 500 juta, masih tercapai Rp 147,7 juta,” kata Staf Fungsional Bidang Perdagangan DKUPP Kabupaten Probolinggo, Aditya Arya Guntoro.

Capaian tersebut diluar harapan. Sebab pihaknya menargetkan jika setiap bulannya mampu memperoleh retribusi sampai Rp 40 juta. Namun sampai dengan saat ini masih belum dapat diwujudkan.

Sepinya pedagang dirasakan pada tujuh pasar hewan yang ada. Meliputi Pasar Hewan Kecamatan Banyuanyar; Pasar Hewan Kecamatan Maron; Pasar Hewan Kecamatan Leces; Pasar Hewan Muneng, Kecamatan Sumberasih; Pasar Hewan Tambak Rejo, Kecamatan Tongas; Pasar Hewan Bucor, Kecamatan Pakuniran dan Pasar Hewan Kecamatan Besuk.

“Aktivitas pasar hewan memang tidak seperti biasanya. Nampak menurun. Bisa jadi pedagang takut karena ada PMK. Sekarang pun masih belum stabil,” ungkapnnya.

Untuk memulihkan kondisi seperti sediakala, pihaknya berkoordinasi dengan OPD terkait lainnya untuk pencegahan dan penanganan PMK. Peningkatan vaksinasi kepada ternak yang saat ini tengah dilakukan. Diharapkan menjadi solusi, sehingga secara bertahap dapat mengembalikan kondisi pasar.

“Koordinasi pencegahan dan penanganan terus kami lakukan. Jika upaya tersebut dapat dilakukan dengan maksimal, kami optimistis kondisi pasar hewan akan kembali normal. Jika sudah normal, target yang sudah dibebankan dapat tercapai,” tandasnya. (ar/fun)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/