31.4 C
Probolinggo
Sunday, September 25, 2022

Angkat Ekonomi Kreatif untuk Kurangi Kemiskinan di Kab Probolinggo

KRAKSAAN, Radar Brom – Tahun 2019 lalu Kabupaten Probolinggo menduduki peringkat keempat wilayah termiskin di Jawa Timur. Agar bisa bangkit, perlu banyak peran masyarakat agar ekonomi bisa bangkit.

Itulah yang terekam dalam Seminar Sehari yang digelar Indonesian Tamadunis Forum di Gedung Islamic Center, Kraksaan, Kamis (11/8). Seminar itu mengusung tema; “Memulihkan Bersama Kabupaten Probolinggo di Tengah Persaingan Masyarakat Global”

Ada tiga narasumber yang menjadi pemateri. Mereka adalah dr Moh. Haris Damanhuri selaku Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Probolinggo; KH. Abdul Hamid Wahid, selaku Tokoh akademisi yang menjabat sebagai Rektor Universitas Nurul Jadid; Prof. Dr. H. Asros Yusuf, selaku Guru Beser IAIN Kediri.

Moh. Haris atau Gus Haris yang mengisi materi pertama, lebih dulu mengulas ekonomi kreatif. Dalam penjabarannya, Gus Haris membawa audien terlebih dahulu ke titik permasalahan tentang pertumbuhan ekonomi. Salah satunya juga menyinggung perihal Kabupaten Probolinggo yang masuk pada wilayah termiskin di Jawa Timur.

“Ada beberapa faktor yang menyebabkan Kabupaten Probolinggo menjadi daerah miskin. Pertama, pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Probolinggo rendah,” ujarnya.

Hal itu menurutnya menyebabkan tingginya angka kemiskinan. Persoalan ini menurutnya belum tertangani maksimal dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan, cenderung angka kemiskinan di Kabupaten Probolinggo semakin meningkat.

“Faktor kedua disebabkan daya saingnya yang masih kalah dengan daerah lain. Baik dari sektor infrastruktur, pendidikan, juga kesehatan,” ujarnya. Faktor kedua inilah yang menurutnya menyebabkan banyak warga tidak terakomodir dalam lapangan kerja. Sehingga angka pengangguran di Kabupaten Probolinggo terus meningkat.

KRAKSAAN, Radar Brom – Tahun 2019 lalu Kabupaten Probolinggo menduduki peringkat keempat wilayah termiskin di Jawa Timur. Agar bisa bangkit, perlu banyak peran masyarakat agar ekonomi bisa bangkit.

Itulah yang terekam dalam Seminar Sehari yang digelar Indonesian Tamadunis Forum di Gedung Islamic Center, Kraksaan, Kamis (11/8). Seminar itu mengusung tema; “Memulihkan Bersama Kabupaten Probolinggo di Tengah Persaingan Masyarakat Global”

Ada tiga narasumber yang menjadi pemateri. Mereka adalah dr Moh. Haris Damanhuri selaku Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Probolinggo; KH. Abdul Hamid Wahid, selaku Tokoh akademisi yang menjabat sebagai Rektor Universitas Nurul Jadid; Prof. Dr. H. Asros Yusuf, selaku Guru Beser IAIN Kediri.

Moh. Haris atau Gus Haris yang mengisi materi pertama, lebih dulu mengulas ekonomi kreatif. Dalam penjabarannya, Gus Haris membawa audien terlebih dahulu ke titik permasalahan tentang pertumbuhan ekonomi. Salah satunya juga menyinggung perihal Kabupaten Probolinggo yang masuk pada wilayah termiskin di Jawa Timur.

“Ada beberapa faktor yang menyebabkan Kabupaten Probolinggo menjadi daerah miskin. Pertama, pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Probolinggo rendah,” ujarnya.

Hal itu menurutnya menyebabkan tingginya angka kemiskinan. Persoalan ini menurutnya belum tertangani maksimal dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan, cenderung angka kemiskinan di Kabupaten Probolinggo semakin meningkat.

“Faktor kedua disebabkan daya saingnya yang masih kalah dengan daerah lain. Baik dari sektor infrastruktur, pendidikan, juga kesehatan,” ujarnya. Faktor kedua inilah yang menurutnya menyebabkan banyak warga tidak terakomodir dalam lapangan kerja. Sehingga angka pengangguran di Kabupaten Probolinggo terus meningkat.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/