25.6 C
Probolinggo
Tuesday, October 4, 2022

Perlu Persiapan Matang Menuju Digitalisasi

KRAKSAAN, Radar Bromo – Peningkatan mutu satuan pendidikan di Kabupaten Probolinggo perlu terus dilakukan. Salah satunya dengan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK). Persiapan matang perlu dilakukan dengan simulasi. Agar tujuan yang diinginkan dapat tercapai dan membuat guru lebih melek digital.

Hal itu disampaikan Koordinator Wilayah Bidang Pendidikan Kecamatan Leces Joko Rokhani Sanjaya. Katanya, simulasi ini perlu dilakukan. Karena adanya ANBK perlu penyesuaian sekaligus upgrade pengetahuan. Dengan begitu, nantinya dapat membantu sekolah agar bisa dengan cepat melaksanakan ANBK.

“ANBK untuk menilai mutu sekolah. Peningkatan mutu satuan pendidikan sangat penting. Sebab, masih banyak guru yang belum melek digital. Dengan adanya simulasi ini, dapat mempermudah,” katanya.

Dengan adanya ANBK, dapat diketahui sejauh mana literasi dan numerasi siswa. Karakter yang mengukur sikap, nilai, keyakinan, dan kebiasaan yang mencerminkan karakter siswa. Serta, lingkungan belajar yang mengukur kualitas berbagai aspek input dan proses belajar-mengajar di kelas maupun di tingkat satuan pendidikan.

Pria yang juga merangkap sebagai Koordinator Wilayah Bidang Pendidikan Kecamatan Sumber ini menuturkan, untuk mewujudkan hal tersebut, harus benar-benar dipersiapkan secara matang. Terutama guru. Harus lebih memahami materi, sehingga tidak kesulitan saat memberikan penjelasan kepada siswa.

Dengan kata lain, kata Joko, guru harus dibekali kemampuan yang matang dulu. Agar tidak kebingungan saat mengaplikasikannya.

“Simulasi sangat membantu mendorong sekolah agar tidak bingung dengan adanya ANBK. Peningkatan mutu sekolah dapat terwujud, jika pihak yang terlibat juga paham betul apa yang harus dilakukan,” katanya. (ar/rud)

KRAKSAAN, Radar Bromo – Peningkatan mutu satuan pendidikan di Kabupaten Probolinggo perlu terus dilakukan. Salah satunya dengan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK). Persiapan matang perlu dilakukan dengan simulasi. Agar tujuan yang diinginkan dapat tercapai dan membuat guru lebih melek digital.

Hal itu disampaikan Koordinator Wilayah Bidang Pendidikan Kecamatan Leces Joko Rokhani Sanjaya. Katanya, simulasi ini perlu dilakukan. Karena adanya ANBK perlu penyesuaian sekaligus upgrade pengetahuan. Dengan begitu, nantinya dapat membantu sekolah agar bisa dengan cepat melaksanakan ANBK.

“ANBK untuk menilai mutu sekolah. Peningkatan mutu satuan pendidikan sangat penting. Sebab, masih banyak guru yang belum melek digital. Dengan adanya simulasi ini, dapat mempermudah,” katanya.

Dengan adanya ANBK, dapat diketahui sejauh mana literasi dan numerasi siswa. Karakter yang mengukur sikap, nilai, keyakinan, dan kebiasaan yang mencerminkan karakter siswa. Serta, lingkungan belajar yang mengukur kualitas berbagai aspek input dan proses belajar-mengajar di kelas maupun di tingkat satuan pendidikan.

Pria yang juga merangkap sebagai Koordinator Wilayah Bidang Pendidikan Kecamatan Sumber ini menuturkan, untuk mewujudkan hal tersebut, harus benar-benar dipersiapkan secara matang. Terutama guru. Harus lebih memahami materi, sehingga tidak kesulitan saat memberikan penjelasan kepada siswa.

Dengan kata lain, kata Joko, guru harus dibekali kemampuan yang matang dulu. Agar tidak kebingungan saat mengaplikasikannya.

“Simulasi sangat membantu mendorong sekolah agar tidak bingung dengan adanya ANBK. Peningkatan mutu sekolah dapat terwujud, jika pihak yang terlibat juga paham betul apa yang harus dilakukan,” katanya. (ar/rud)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/