26.9 C
Probolinggo
Sunday, September 25, 2022

Catat 222 Sekolah Negeri di Kab Probolinggo Tak Punya Kasek Definitif

KRAKSAAN, Radar Bromo – Sejumlah lembaga sekolah negeri Kabupaten Probolinggo sampai saat ini masih ada yang belum memiliki kepala sekolah (Kasek) definitif. Setidaknya ada 222 yang belum memiliki kasek definitif.

Jumlah lembaga yang belum memiliki kasek definitif tersebut tersebar di beberapa jenjang pendidikan negeri yakni jenjang taman kanak-kanak (TK) 3 lembaga, sekolah dasar (SD) 204 lembaga dan sekolah menengah pertama (SMP) 15 lembaga.

“Untuk jumlah TK di Kabupaten Probolinggo ada 5 lembaga, SDN 574 lembaga, dan SMPN 74 lembaga,” kata Kabid Pembinaan Ketenagaan pada Disdikbud setempat Yunita Nuril Laili.

Adanya lembaga pendidikan negeri yang belum memiliki kasek definitif, kata Yunita, lantaran sejumlah faktor. Salah satunya, promosi untuk jadi pengawas. Dan tentu saja ada yang purna tugas.

“Jumlahnya memang bertambah dari sebelumnya. Kalau Agustus 2021 lalu itu sekitar total 126 sekolah yang formasi kaseknya masih kosong,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi hal itu dilakukan dengan rangkap jabatan. Guru yang sudah menjabat sebagai kepala sekolah di salah satu SMP, maka akan ditambah tugasnya untuk menjadi kepala sekolah di SMP yang kosong kepala sekolahnya.

“Begitupun tingkat SD yang kosong akan diisi oleh kepala sekolah yang menjabat di SD lainnya. Hanya tugasnya yang nambah, gajinya tetap,” ujarnya.

KRAKSAAN, Radar Bromo – Sejumlah lembaga sekolah negeri Kabupaten Probolinggo sampai saat ini masih ada yang belum memiliki kepala sekolah (Kasek) definitif. Setidaknya ada 222 yang belum memiliki kasek definitif.

Jumlah lembaga yang belum memiliki kasek definitif tersebut tersebar di beberapa jenjang pendidikan negeri yakni jenjang taman kanak-kanak (TK) 3 lembaga, sekolah dasar (SD) 204 lembaga dan sekolah menengah pertama (SMP) 15 lembaga.

“Untuk jumlah TK di Kabupaten Probolinggo ada 5 lembaga, SDN 574 lembaga, dan SMPN 74 lembaga,” kata Kabid Pembinaan Ketenagaan pada Disdikbud setempat Yunita Nuril Laili.

Adanya lembaga pendidikan negeri yang belum memiliki kasek definitif, kata Yunita, lantaran sejumlah faktor. Salah satunya, promosi untuk jadi pengawas. Dan tentu saja ada yang purna tugas.

“Jumlahnya memang bertambah dari sebelumnya. Kalau Agustus 2021 lalu itu sekitar total 126 sekolah yang formasi kaseknya masih kosong,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi hal itu dilakukan dengan rangkap jabatan. Guru yang sudah menjabat sebagai kepala sekolah di salah satu SMP, maka akan ditambah tugasnya untuk menjadi kepala sekolah di SMP yang kosong kepala sekolahnya.

“Begitupun tingkat SD yang kosong akan diisi oleh kepala sekolah yang menjabat di SD lainnya. Hanya tugasnya yang nambah, gajinya tetap,” ujarnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/