31.4 C
Probolinggo
Sunday, September 25, 2022

Lima Bulan, 10 PMKS di Kab Probolinggo Dikirim ke Rumah Singgah

DRINGU, Radar Bromo – Masalah sosial kerap ditemukan di Kabupaten Probolinggo. Selama lima bulan terakhir, tercatat ada 10 penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) yang dikirim ke rumah singgah.

Pejabat Fungsional Pekerja Sosial Muda Dinsos Kabupaten Probolinggo Bagong Muhni mengatakan, PMKS tersebut merupakan laporan atau temuan dari beberapa pihak. Mereka dinilai meresahkan masyarakat dan mengganggu ketertiban umum. Karena itu, perlu ditempatkan di rumah singgah untuk sementara waktu.

“Rumah singgah memang untuk hunian PMKS untuk sementara waktu. Selama berada di rumah singgah, tentu terus kami awasi,” ujarnya.

Penghuni rumah singgah mayoritas merupakan titipan Satpol PP. Hasil razia atau penertiban. Tindakan ini dilakukan sebagai upaya lanjutan dari aduan masyarakat yang resah dan terganggu dengan keberadaan mereka.

“Yang menghuni rumah singgah bukan hanya orang dengan gangguan jiwa. Gelandangan yang tidak jelas asal-usulnya juga kami tampung. Sampai Mei ada 10 orang PMKS,” jelasnya.

Bagong menjelaskan, sejak awal masuk rumah singgah, mereka terus dipantau secara intensif. Dari gelagatnya, nantinya akan diketahui apakah masuk kategori tunawisma, stres ringan, atau stres berat.

DRINGU, Radar Bromo – Masalah sosial kerap ditemukan di Kabupaten Probolinggo. Selama lima bulan terakhir, tercatat ada 10 penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) yang dikirim ke rumah singgah.

Pejabat Fungsional Pekerja Sosial Muda Dinsos Kabupaten Probolinggo Bagong Muhni mengatakan, PMKS tersebut merupakan laporan atau temuan dari beberapa pihak. Mereka dinilai meresahkan masyarakat dan mengganggu ketertiban umum. Karena itu, perlu ditempatkan di rumah singgah untuk sementara waktu.

“Rumah singgah memang untuk hunian PMKS untuk sementara waktu. Selama berada di rumah singgah, tentu terus kami awasi,” ujarnya.

Penghuni rumah singgah mayoritas merupakan titipan Satpol PP. Hasil razia atau penertiban. Tindakan ini dilakukan sebagai upaya lanjutan dari aduan masyarakat yang resah dan terganggu dengan keberadaan mereka.

“Yang menghuni rumah singgah bukan hanya orang dengan gangguan jiwa. Gelandangan yang tidak jelas asal-usulnya juga kami tampung. Sampai Mei ada 10 orang PMKS,” jelasnya.

Bagong menjelaskan, sejak awal masuk rumah singgah, mereka terus dipantau secara intensif. Dari gelagatnya, nantinya akan diketahui apakah masuk kategori tunawisma, stres ringan, atau stres berat.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/