31.4 C
Probolinggo
Sunday, September 25, 2022

35 Kantong Plasma Konvalesen di Kab Probolinggo Terancam Kedaluwarsa

KRAKSAAN, Radar Bromo – Melandainya kasus Covid-19 di Kabupaten Probolinggo, berimbas terhadap stok darah plasma konvalesen (PK). Karena tak kunjung digunakan, 35 kantong stok darah PK terancam kedaluwarsa.

Kepala Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Probolinggo Adi Nugroho mengatakan, stok darah PK masih banyak. Sebab, tidak ada permintaan yang mengharuskan stok tersebut keluar. “Masih tetap, belum ada perubahan. Oktober nantinya akan expired,” ujarnya, kemarin (9/8).

Dari data stok darah Unit Donor Darah PMI Kabupaten Probolinggo, stok darah PK ada 35 kantong. Terdiri atas golongan darah A ada 7 kantong, golongan darah B terdapat 8 kantong, golongan darah O tersedia 9 kantong, dan golongan darah AB terdapat 11 kantong.

Meski hampir expired, Adi mengatakan, penyimpanan masih terus dilakukan sesuai standar. Dibekukan di bawah suhu 10 derajat Celsius.

Untuk memaksimalkan stok darah PK, ia mengaku juga berkoordinasi dengan UDD wilayah lain. Tetapi, mayoritas masih memiliki stok yang cukup banyak. Karena itulah, stok darah ini terancam tidak digunakan. Sementara, batas layak pakai adalah satu tahun setelah dibekukan.

“Produksi plasma konvalesen sebenarnya sudah lama distop. Karena stok dirasa sudah cukup. Tapi, belum ada permintaan, karena memang kasus Covid-19 sudah melandai,” bebernya. (ar/rud)

KRAKSAAN, Radar Bromo – Melandainya kasus Covid-19 di Kabupaten Probolinggo, berimbas terhadap stok darah plasma konvalesen (PK). Karena tak kunjung digunakan, 35 kantong stok darah PK terancam kedaluwarsa.

Kepala Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Probolinggo Adi Nugroho mengatakan, stok darah PK masih banyak. Sebab, tidak ada permintaan yang mengharuskan stok tersebut keluar. “Masih tetap, belum ada perubahan. Oktober nantinya akan expired,” ujarnya, kemarin (9/8).

Dari data stok darah Unit Donor Darah PMI Kabupaten Probolinggo, stok darah PK ada 35 kantong. Terdiri atas golongan darah A ada 7 kantong, golongan darah B terdapat 8 kantong, golongan darah O tersedia 9 kantong, dan golongan darah AB terdapat 11 kantong.

Meski hampir expired, Adi mengatakan, penyimpanan masih terus dilakukan sesuai standar. Dibekukan di bawah suhu 10 derajat Celsius.

Untuk memaksimalkan stok darah PK, ia mengaku juga berkoordinasi dengan UDD wilayah lain. Tetapi, mayoritas masih memiliki stok yang cukup banyak. Karena itulah, stok darah ini terancam tidak digunakan. Sementara, batas layak pakai adalah satu tahun setelah dibekukan.

“Produksi plasma konvalesen sebenarnya sudah lama distop. Karena stok dirasa sudah cukup. Tapi, belum ada permintaan, karena memang kasus Covid-19 sudah melandai,” bebernya. (ar/rud)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/