27 C
Probolinggo
Wednesday, March 29, 2023

Bapak Dua Anak di Bantaran Nekat Gantung Diri

BANTARAN, Radar Bromo– Cara Nas, 34, mengakhiri hidup sangat nekat. Bapak dua anak ini mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, Kamis (2/3) sekitar pukul 05.00. Jenazahnya ditemukan pertama kali oleh ibunya. Dia kendat di ruang tengah rumahnya.

Kapolsek Bantaran AKP Sugeng mengatakan, perisitwa Kamis subuh itu diketahui kali pertama oleh ibunya saat perempuan 63 tahun tersebut hendak ke dapur untuk memasak.“Saat hendak ke dapur, kepala ibunya terbentur kaki Nas. Serentak ibunya melihat ke atas. Rupanya anaknya sudah dalam kondisi tergantung,” ujarnya.

Mendapati itu, sang ibu berusaha menyelamatkan anaknya. Ia langsung mengambil celurit, memutuskan tampar merah yang digunakan korban gantung diri. “Dengan harapan nyawa anaknya masih terselamatkan,” ujar Sugeng.

Baca Juga:  Dua Pembacok Welijo Masih Diburu Polisi, Diburu ke Rumahnya Sudah Tak Ada

Namun, upaya sang ibu tak berhasil. Nyawa Nas tak tertolong. Kasus ini pun dilaporkan ke kepolisian. Sejumlah anggota polisi langsung merapat ke lokasi kejadian. “Saat itu, Nas sudah berada di atas dipan dan ditutupi kain jarik,” ujarnya.

Pada hari itu juga, kata Sugeng, jenazah korban langsung dikebumikan di tempat pemakaman umum setempat. “Setelah diperiksa oleh petugas medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” jelasnya.

Dari keterangan keluarga korban, kata Sugeng, sebelumnya korban pernah melakukan tindakan percobaan bunuh diri. Menggunakan sarung. Namun, diketahui pihak keluarga.

“Pria dua anak ini depresi hingga stres. Sebelumnya sempat menikah dua kali, namun bercerai. Anak-anaknya ikut ibunya,” jelasnya. (rpd/rud)

Baca Juga:  Usai Bacok Tetangga, Warga Gunungtugel Ini Serahkan Diri

BANTARAN, Radar Bromo– Cara Nas, 34, mengakhiri hidup sangat nekat. Bapak dua anak ini mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, Kamis (2/3) sekitar pukul 05.00. Jenazahnya ditemukan pertama kali oleh ibunya. Dia kendat di ruang tengah rumahnya.

Kapolsek Bantaran AKP Sugeng mengatakan, perisitwa Kamis subuh itu diketahui kali pertama oleh ibunya saat perempuan 63 tahun tersebut hendak ke dapur untuk memasak.“Saat hendak ke dapur, kepala ibunya terbentur kaki Nas. Serentak ibunya melihat ke atas. Rupanya anaknya sudah dalam kondisi tergantung,” ujarnya.

Mendapati itu, sang ibu berusaha menyelamatkan anaknya. Ia langsung mengambil celurit, memutuskan tampar merah yang digunakan korban gantung diri. “Dengan harapan nyawa anaknya masih terselamatkan,” ujar Sugeng.

Baca Juga:  Pemasangan Bronjong Tiga Titik di Sungai Pancar Glagas Tuntas

Namun, upaya sang ibu tak berhasil. Nyawa Nas tak tertolong. Kasus ini pun dilaporkan ke kepolisian. Sejumlah anggota polisi langsung merapat ke lokasi kejadian. “Saat itu, Nas sudah berada di atas dipan dan ditutupi kain jarik,” ujarnya.

Pada hari itu juga, kata Sugeng, jenazah korban langsung dikebumikan di tempat pemakaman umum setempat. “Setelah diperiksa oleh petugas medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” jelasnya.

Dari keterangan keluarga korban, kata Sugeng, sebelumnya korban pernah melakukan tindakan percobaan bunuh diri. Menggunakan sarung. Namun, diketahui pihak keluarga.

“Pria dua anak ini depresi hingga stres. Sebelumnya sempat menikah dua kali, namun bercerai. Anak-anaknya ikut ibunya,” jelasnya. (rpd/rud)

Baca Juga:  Usai Bacok Tetangga, Warga Gunungtugel Ini Serahkan Diri

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru