24.7 C
Probolinggo
Sunday, November 27, 2022

PAD Retribusi Parkir Kab Pasuruan Baru 70 Persen, Dinaikkan Rp 20 Juta

BANGIL, Radar Bromo -Perubahan APBD 2022 Kabupaten Pasuruan tak serta merta membuat target perolehan PAD dari retribusi parkir dinaikkan signifikan. Buktinya, Dishub Pasuruan hanya memasang kenaikan tak sampai 1 persen.

Plt Sekretaris Dishub Kabupaten Pasuruan Akhmad Khoiron mengungkapkan, upaya untuk menghimpun PAD dari sektor parkir memang tak mudah. Apalagi di tengah pemulihan ekonomi saat ini.

Karena belum sepenuhnya perekonomian masyarakat pulih. Sehingga berdampak terhadap retribusi parkir. Khususnya parkir berlangganan saat pembayaran pajak kendaraan bermotor.

“Pandemi memang berpengaruh untuk mengejar target PAD retribusi. Khsusnya untuk parkir berlangganan. Karena ekonomi masyarakat kan belum sepenuhnya pulih. Ini yang akhirnya berpengaruh terhadap retribusi parkir berlangganan,” sampainya.

Hal ini pula yang membuat target kenaikan PAD dalam APBD Perubahan 2022 tak signifikan. Hanya kisaran Rp 20 juta dari sebelumnya. Di mana, target PAD dari retribusi parkir tersebut mencapai Rp 9,55 miliar.

Menurut Khoiron –sapaannya-, pendapatan dari sektor parkir memang kembang kempis di tengah pandemi. Buktinya, hingga September ini baru terealisasi kisaran 70 persen dari target.

“Memang capaian saat ini, masih jauh dari target. Tapi, kami akan berusaha untuk mengejarnya,” bebernya. (one/hn)

BANGIL, Radar Bromo -Perubahan APBD 2022 Kabupaten Pasuruan tak serta merta membuat target perolehan PAD dari retribusi parkir dinaikkan signifikan. Buktinya, Dishub Pasuruan hanya memasang kenaikan tak sampai 1 persen.

Plt Sekretaris Dishub Kabupaten Pasuruan Akhmad Khoiron mengungkapkan, upaya untuk menghimpun PAD dari sektor parkir memang tak mudah. Apalagi di tengah pemulihan ekonomi saat ini.

Karena belum sepenuhnya perekonomian masyarakat pulih. Sehingga berdampak terhadap retribusi parkir. Khususnya parkir berlangganan saat pembayaran pajak kendaraan bermotor.

“Pandemi memang berpengaruh untuk mengejar target PAD retribusi. Khsusnya untuk parkir berlangganan. Karena ekonomi masyarakat kan belum sepenuhnya pulih. Ini yang akhirnya berpengaruh terhadap retribusi parkir berlangganan,” sampainya.

Hal ini pula yang membuat target kenaikan PAD dalam APBD Perubahan 2022 tak signifikan. Hanya kisaran Rp 20 juta dari sebelumnya. Di mana, target PAD dari retribusi parkir tersebut mencapai Rp 9,55 miliar.

Menurut Khoiron –sapaannya-, pendapatan dari sektor parkir memang kembang kempis di tengah pandemi. Buktinya, hingga September ini baru terealisasi kisaran 70 persen dari target.

“Memang capaian saat ini, masih jauh dari target. Tapi, kami akan berusaha untuk mengejarnya,” bebernya. (one/hn)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/