28.7 C
Probolinggo
Monday, February 6, 2023

Pengurukan Lahan di Mojoparon Rembang Jadi Sorotan

BANGIL, Radar Bromo – Pengurukan lahan di Desa Mojoparon, Kecamatan Rembang, mengundang protes. Proyek tersebut dikeluhkan karena merusak jalan kampung ke Desa Masangan, Kecamatan Bangil.

Muslimin, tokoh pemuda Masangan mempertanyakan aktivitas pengurukan lahan di Mojoparon tersebut. Sebab, lalu lalang truk pengangkut urukan mengakibatkan jalan paving rusak. Material urukan juga tumpah.

”Pengurukan membuat jalan kampung rusak dan jeblok,” ungkapnya. Muslimin juga mempertanyakan perizinan pengurukan tersebut.

Pemilik lahan, Rayhan, kepada Jawa Pos Radar Bromo mengungkapkan, pengurukan lahan itu dilakukan untuk rumah pribadi. Juga, ada rencana teman-temannya untuk ”nempil” atau membeli. Pengurukan diklaimnya sudah berizin.

”Saya sudah izin ke pihak desa,” jelasnya.

Rayhan menambahkan, selama ini, tidak ada yang protes dengan aktivitas tersebut. Kalaupun ada, mungkin hanya satu orang atau dua orang. Rata-rata masyarakat di sana tidak mempersoalkannya.

”Luas yang kami uruk sekitar 2.600 meter persegi. Selama ini, tidak ada yang protes langsung ke saya,” tuturnya. Dia menjamin akan memperbaiki jalan setelah pengurukan. Tumpahan tanah urukan juga dibersihkan setiap hari.

Kasatpol PP Kabupaten Pasuruan Bakti Jati Permana menyatakan bakal memanggil pihak yang bersangkutan untuk klarifikasi. (one/far)

BANGIL, Radar Bromo – Pengurukan lahan di Desa Mojoparon, Kecamatan Rembang, mengundang protes. Proyek tersebut dikeluhkan karena merusak jalan kampung ke Desa Masangan, Kecamatan Bangil.

Muslimin, tokoh pemuda Masangan mempertanyakan aktivitas pengurukan lahan di Mojoparon tersebut. Sebab, lalu lalang truk pengangkut urukan mengakibatkan jalan paving rusak. Material urukan juga tumpah.

”Pengurukan membuat jalan kampung rusak dan jeblok,” ungkapnya. Muslimin juga mempertanyakan perizinan pengurukan tersebut.

Pemilik lahan, Rayhan, kepada Jawa Pos Radar Bromo mengungkapkan, pengurukan lahan itu dilakukan untuk rumah pribadi. Juga, ada rencana teman-temannya untuk ”nempil” atau membeli. Pengurukan diklaimnya sudah berizin.

”Saya sudah izin ke pihak desa,” jelasnya.

Rayhan menambahkan, selama ini, tidak ada yang protes dengan aktivitas tersebut. Kalaupun ada, mungkin hanya satu orang atau dua orang. Rata-rata masyarakat di sana tidak mempersoalkannya.

”Luas yang kami uruk sekitar 2.600 meter persegi. Selama ini, tidak ada yang protes langsung ke saya,” tuturnya. Dia menjamin akan memperbaiki jalan setelah pengurukan. Tumpahan tanah urukan juga dibersihkan setiap hari.

Kasatpol PP Kabupaten Pasuruan Bakti Jati Permana menyatakan bakal memanggil pihak yang bersangkutan untuk klarifikasi. (one/far)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru