24.4 C
Probolinggo
Sunday, November 27, 2022

Rencana Pembangunan Gedung Damkar-BPBD di Kraton Disorot Dewan

KRATON, Radar BromoRencana Pemkab Pasuruan membangun gedung Damkar dan BPBD Kabupaten Pasuruan di Kraton, juga mendapat sorotan. Sebab, banyak kebutuhan yang lebih urgen ketimbang membangun gedung Damkar.

Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan Sholeh mengungkapkan, masih banyak kebutuhan yang lebih urgen untuk dipenuhi pemerintah daerah. Karenanya, pembangunan gedung senilai Rp 25 miliar itu sebaiknya dialihkan untuk program yang lebih memihak kepentingan masyarakat.

Salah satunya, pembangunan jambanisasi yang belum merata untuk warga Kabupaten Pasuruan. “Masih banyak masyarakat yang membutuhkan jamban. Itu perlu diperhatikan,” paparnya.

Selain itu, juga bisa digunakan untuk membangun IPAL komunal. Hal ini diperlukan untuk mengatasi persoalan limbah, kotoran sapi. Salah satunya limbah kotoran sapi yang dibuang ke sungai di wilayah Kecamatan Lekok.

Karena, tumpukan kotoran sapi memicu masalah. Sampai saat ini, tak kunjung tertangani. “Bisa juga untuk penanganan kawasan kumuh di Kabupaten Pasuruan,” tambahnya.

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan Ruslan menilai, rencana pembangunan gedung damkar terkesan dipaksakan oleh Pemkab. Mengingat, gedung damkar yang ada di wilayah Raci saat ini terbilang masih representatif.

“Kalau pun memang harus membangun gedung baru, sebaiknya dilakukan multiyears. Agar pos anggaran untuk masyarakat, bisa dimaksimalkan,” timpalnya.

KRATON, Radar BromoRencana Pemkab Pasuruan membangun gedung Damkar dan BPBD Kabupaten Pasuruan di Kraton, juga mendapat sorotan. Sebab, banyak kebutuhan yang lebih urgen ketimbang membangun gedung Damkar.

Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan Sholeh mengungkapkan, masih banyak kebutuhan yang lebih urgen untuk dipenuhi pemerintah daerah. Karenanya, pembangunan gedung senilai Rp 25 miliar itu sebaiknya dialihkan untuk program yang lebih memihak kepentingan masyarakat.

Salah satunya, pembangunan jambanisasi yang belum merata untuk warga Kabupaten Pasuruan. “Masih banyak masyarakat yang membutuhkan jamban. Itu perlu diperhatikan,” paparnya.

Selain itu, juga bisa digunakan untuk membangun IPAL komunal. Hal ini diperlukan untuk mengatasi persoalan limbah, kotoran sapi. Salah satunya limbah kotoran sapi yang dibuang ke sungai di wilayah Kecamatan Lekok.

Karena, tumpukan kotoran sapi memicu masalah. Sampai saat ini, tak kunjung tertangani. “Bisa juga untuk penanganan kawasan kumuh di Kabupaten Pasuruan,” tambahnya.

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan Ruslan menilai, rencana pembangunan gedung damkar terkesan dipaksakan oleh Pemkab. Mengingat, gedung damkar yang ada di wilayah Raci saat ini terbilang masih representatif.

“Kalau pun memang harus membangun gedung baru, sebaiknya dilakukan multiyears. Agar pos anggaran untuk masyarakat, bisa dimaksimalkan,” timpalnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/