31.4 C
Probolinggo
Sunday, September 25, 2022

Pemerhati Budaya di Pasuruan Berharap Sakera Jadi Pahlawan Nasional

BANGIL, Radar Bromo – Di era kolonial silam, Sakera dianggap orang Belanda dan antek-anteknya sebagai musuh bebuyutan. Tapi bagi rakyat pribumi, pria bernama asli Sagiman dianggap pahlawan. Ketokohannya melawan penjajah dan membela pribumi di abad 18 lalu, dianggap layak untuk menjadi pahlawan nasional.

Tepat sehari menjelang hari ulang tahun ke-77 Republik Indonesia, puluhan pegiat seni budaya dan elemen masyarakat lainnya, memilih untuk merayakannya dengan bertakziah ke makam Sagiman alias Pak Sakera. Mereka beralasan, Pak Sakera merupakan pahlawan yang harusnya mendapatkan perhatian dari pemerintah.

Bahkan, seharusnya Pak Sakera bisa menjadi pahlawan nasional. Ketua Forum Pamong Kebudayaan (FKP) Jatim, Ki Bagong Sabdo Sinukarto memandang, Pak Sakera merupakan simbol perjuangan rakyat dari penjajahan Belanda dan antek-anteknya.

Perjuangan Pak Sakera tersebut, seharusnya mendapatkan apresiasi dari pemerintah. Termasuk dengan memasukkannya sebagai pahlawan nasional. Agar semua masyarakat mengenang jasanya.

“Kami mendorong agar pemerintah bisa menjadikan Pak Sakera ini sebagai pahlawan nasional,” ungkap Ki Bagong.

Menurut Ki Bagong, bukan hanya Pak Sakera yang patut dijadikan pahlawan nasional. Celurit panjang atau yang disebut monteng, juga perlu menjadi senjata khas Kabupaten Pasuruan. Karena merupakan bagian dari peninggalan sejarah.

Monteng ini merupakan sabit panjang yang digunakan Pak Sakera untuk menjalankan tugas berkebun tebu. Ini harusnya bisa menjadi senjata khas daerah. Karena bagian dari sejarah,” bebernya.

BANGIL, Radar Bromo – Di era kolonial silam, Sakera dianggap orang Belanda dan antek-anteknya sebagai musuh bebuyutan. Tapi bagi rakyat pribumi, pria bernama asli Sagiman dianggap pahlawan. Ketokohannya melawan penjajah dan membela pribumi di abad 18 lalu, dianggap layak untuk menjadi pahlawan nasional.

Tepat sehari menjelang hari ulang tahun ke-77 Republik Indonesia, puluhan pegiat seni budaya dan elemen masyarakat lainnya, memilih untuk merayakannya dengan bertakziah ke makam Sagiman alias Pak Sakera. Mereka beralasan, Pak Sakera merupakan pahlawan yang harusnya mendapatkan perhatian dari pemerintah.

Bahkan, seharusnya Pak Sakera bisa menjadi pahlawan nasional. Ketua Forum Pamong Kebudayaan (FKP) Jatim, Ki Bagong Sabdo Sinukarto memandang, Pak Sakera merupakan simbol perjuangan rakyat dari penjajahan Belanda dan antek-anteknya.

Perjuangan Pak Sakera tersebut, seharusnya mendapatkan apresiasi dari pemerintah. Termasuk dengan memasukkannya sebagai pahlawan nasional. Agar semua masyarakat mengenang jasanya.

“Kami mendorong agar pemerintah bisa menjadikan Pak Sakera ini sebagai pahlawan nasional,” ungkap Ki Bagong.

Menurut Ki Bagong, bukan hanya Pak Sakera yang patut dijadikan pahlawan nasional. Celurit panjang atau yang disebut monteng, juga perlu menjadi senjata khas Kabupaten Pasuruan. Karena merupakan bagian dari peninggalan sejarah.

Monteng ini merupakan sabit panjang yang digunakan Pak Sakera untuk menjalankan tugas berkebun tebu. Ini harusnya bisa menjadi senjata khas daerah. Karena bagian dari sejarah,” bebernya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/