26.9 C
Probolinggo
Sunday, September 25, 2022

Pelat Jembatan Kedunglarangan Berkarat dan Beton Berlubang, Perbaikan Sebulan

BANGIL, Radar Bromo – Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) membutuhkan waktu setidaknya satu bulan untuk memperbaiki konstruksi Jembatan Kedunglarangan, Bangil. Kerusakannya parah. Pelat bondek di lantai jembatan tersebut keropos. Beton pun berlubang. Jadi, keduanya harus dibongkar.

”Butuh waktu hingga 25 harian,” kata Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BBPJN 3.5 Provinsi Jatim Wahyu Wibowo kemarin (8/8).

Perbaikan, lanjut dia, dilakukan dengan membongkar lebih dulu beton cor di atas pelat bondek tersebut. Sebab, pelat bondek harus diganti karena sudah rusak akibat korosif. Proses perbaikan cukup panjang.

Pertama, aspal jembatan harus dikelupas dulu. Itu sudah dilakukan sejak Minggu (7/8). Berikutnya adalah pembongkaran cor beton. Kemarin (8/8), sejumlah pekerja terlihat menghancurkan cor-coran di atas bentang jembatan. Panjang beton yang dibongkar sekitar 10 meter dengan lebar 3 meter.

Pekerjaan perbaikan menimbulkan antrean panjang kendaraan. Panjang antrean terlihat sekitar 30 meter kemarin. Hal itu sudah diantisipasi dengan pengalihan arus lalu lintas sejak Sabtu (6/8). Satlantas Polres Pasuruan mengharuskan kendaraan besar, seperti truk, bus, dan trailer untuk lewat jalan tol. Semua kendaraan roda 6 atau lebih dilarang lewat jembatan.

Adapun kendaraan roda dua dan empat tetap diizinkan lewat jembatan. Misalnya, mobil pribadi dan sepeda motor. Pengalihan arus lalin itu berlaku untuk kendaraan dari arah Pasuruan ke Surabaya. Arah sebaliknya tetap bisa lewat dengan normbal di jembatan sisi utara.

Jembatan Kedunglarangan terdiri atas dua bentang. Bentang utara merupakan konstruksi yang dibuat pada masa kolonial Belanda. Jembatan itu dibangun dengan semen dan batu.

BANGIL, Radar Bromo – Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) membutuhkan waktu setidaknya satu bulan untuk memperbaiki konstruksi Jembatan Kedunglarangan, Bangil. Kerusakannya parah. Pelat bondek di lantai jembatan tersebut keropos. Beton pun berlubang. Jadi, keduanya harus dibongkar.

”Butuh waktu hingga 25 harian,” kata Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BBPJN 3.5 Provinsi Jatim Wahyu Wibowo kemarin (8/8).

Perbaikan, lanjut dia, dilakukan dengan membongkar lebih dulu beton cor di atas pelat bondek tersebut. Sebab, pelat bondek harus diganti karena sudah rusak akibat korosif. Proses perbaikan cukup panjang.

Pertama, aspal jembatan harus dikelupas dulu. Itu sudah dilakukan sejak Minggu (7/8). Berikutnya adalah pembongkaran cor beton. Kemarin (8/8), sejumlah pekerja terlihat menghancurkan cor-coran di atas bentang jembatan. Panjang beton yang dibongkar sekitar 10 meter dengan lebar 3 meter.

Pekerjaan perbaikan menimbulkan antrean panjang kendaraan. Panjang antrean terlihat sekitar 30 meter kemarin. Hal itu sudah diantisipasi dengan pengalihan arus lalu lintas sejak Sabtu (6/8). Satlantas Polres Pasuruan mengharuskan kendaraan besar, seperti truk, bus, dan trailer untuk lewat jalan tol. Semua kendaraan roda 6 atau lebih dilarang lewat jembatan.

Adapun kendaraan roda dua dan empat tetap diizinkan lewat jembatan. Misalnya, mobil pribadi dan sepeda motor. Pengalihan arus lalin itu berlaku untuk kendaraan dari arah Pasuruan ke Surabaya. Arah sebaliknya tetap bisa lewat dengan normbal di jembatan sisi utara.

Jembatan Kedunglarangan terdiri atas dua bentang. Bentang utara merupakan konstruksi yang dibuat pada masa kolonial Belanda. Jembatan itu dibangun dengan semen dan batu.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/