Akhir Tahun, TWSL Bakal Tambah Sepasang Singa

MAYANGAN, Radar Bromo – Taman Wisata Studi Lingkungan (TWSL) Kota Probolinggo berencana menambah koleksi satwa pada akhir tahun 2019. Koleksi satwa baru ini adalah singa.

Hal ini diungkapkan Budi Krisyanto, kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Probolinggo, Jumat (30/8). Koleksi singa itu sepasang, jantan dan betina.

“Rencana akhir tahun ini akan ada penambahan satwa baru yaitu singa. Jumlahnya sepasang, jantan dan betina. Sekarang untuk tempat sudah dipersiapkan,” ujar Budi Kris, Jumat (30/8).

Budi Kris –biasa disapa- menjelaskan, penambahan satwa baru ini dilakukan melalui proses tukar menukar satwa dengan lembaga konservasi lain. “Dari Persatuan Kebun Binatang Seluruh Indonesia (PKBSI) juga meninjau persiapan itu. Termasuk kandang yang akan digunakan,” ujarnya.

Mantan Asisten Perekonomian dan Pembangunan ini menjelaskan, TWSL telah bergabung sebagai anggota PKBSI sejak tahun 2010. TWSL saat itu menjadi anggota ke 46.

“Kedatangan tim ini juga diharapkan meninjau agar TWSL bisa menjadi lembaga Badan Layanan Usaha Daerah (BLUD),” ujarnya.

Sementara itu, Rahmad Shah, ketua PKBSI mengungkapkan, pertukaran satwa di antara lembaga konservasi adalah hal yang biasa dilakukan. Jika ada lembaga konservasi yang kelebihan satwa, maka bisa ditukar ke lembaga konservasi lainnya.

“Namun juga harus diingat, untuk melakukan pertukaran ini perlu disiapkan tempat bagi satwa yang dipindahkan itu. Sudah layak atau belum untuk digunakan satwa,” ujarnya.

Menurutnya, jangan sampai tempat yang baru tidak layak bagi satwa. Bahkan, jika sampai ada satwa yang meninggal, bisa menjadi persoalan serius.

Rahmad yang telah melihat lokasi TWSL menilai TWSL sudah memadai untuk lokasi konservasi dengan koleksi satwa saat ini. Namun, ada beberapa masukan yang perlu diperhatikan di TWSL.

“Seperti penambahan satwa untuk tujuan edukasi anak-anak. Sehingga, membuat anak-anak lebih tertarik datang ke kebun binatang daripada ke pusat perbelanjaan modern,” ujarnya. (put/hn)